Tewas di Hari Valentine
Saat Saya Tinggal Nafas Aida Tersenggal-senggal
Pembunuh Aida Nuraini Hidayati, Muh Daris (28), mengaku saat ditinggalkan, korban Aida masih hidup dengan napas tersenggal-senggal.
TRIBUNNEWS.COM, YOGYA --- Pembunuh Aida Nuraini Hidayati, Muh Daris (28), mengaku saat ditinggalkan, korban Aida masih hidup dengan napas tersenggal-senggal.
Daris, warga Dusun Banyakan I RT 02 RW 36, Desa Stimulyo, Kecamatan Piyungan, Bantul ini, mengaku membunuh Aida sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (14/2/2011). Saat ditinggalkan, korban masih hidup dengan nafas tersengal-sengal.
Menurut Daris, dia datang ke kamar hotel pada Sabtu (12/2/2011) sekitar pukul 22.00 WIB. Pasangan kekasih ini sempat terlibat pembicaraan serius soal nikah. Aida beberapa kali minta agar Daris segera menikahinya. “Saya menolak,” katanya, di depan penyidik, Kamis (17/2/2011).
Karena terus didesak, Daris mengaku kalap dan kemudian mengasari Aida. Ia pun mengambil handuk dan membekap korban. Korban sempat memberikan perlawanan sehingga ruang kamar berantakan terkena tendangan kaki.
Melihat pacarnya lemas, Daris pun memilih meninggalkan hotel. "Setelah itu, saya ambil dompet, telepon genggam dan motor, terus pulang ke rumah. Saat saya tinggal, nafasnya tersenggal senggal," ujarnya.
Sesampainya dirumah, Daris sempat berpesan pada istrinya agar tidak menerima tamu jika tidak kenal. "Saya bilang, kalau tidak tahu siapa dia, katakan saya tidak ada. Sebab saya tidak tenang," ujarnya.
Hingga akhirnya, Kamis (17/2/2011) malam, ketua RT setempat datang bersama polisi kemudian membawa Daris ke polsek UH untuk diamankan. "Saya baru tidur dan langsung dibawa,"terangnya.