Selasa, 28 April 2026

Penarikan Film Asing

Bioskop Batam Masih Memutar Film Asing

Tiga studio XXI di Batam, Kepulauan Riau, yang berada di mal-mal masih memutarkan film-film impor.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Batam, Candra P Pusponegoro

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tiga studio XXI di Batam, Kepulauan Riau, yang berada di mal-mal masih memutarkan film-film impor. Kabar penarikan film-film asing di bioskop tidak menghalangi animo masyarakat untuk tetap pergi ke bisokop.

Pantauan Tribun, studio XXI BCS Mall, Sabtu (19/2/2011) malam, masih menayangkan film asing. Di antaranya, Legend of Guardians pukul 22.30 WIB, The Green Hornet pukul 22.50 WIB, dan Sydney White pukul 23.05 WIB.

Menurut salah seorang petugas tiketing yang sedang berjaga malam itu, Zalia Fitriani, menyebutkan bahwa manajemen sudah mengetahui penarikan itu. Menurutnya, semua masih didiskusikan oleh jajaran pimpinan. Baginya, penarikan film asing akan mengecewakan masyarakat, sebab penonton yang hadir rata-rata ingin menyaksikan film-film produksi luar negeri.

"Sudah tahu mas ada penarikan itu, namun semua tergantung kepada pimpinan saya. Kalau disuruh tarik ya kita tarik walau filmnya sedang di putar," ujar Zalia Fitriani.

Penuturan yang sama juga disampaikan oleh petugas di studio XXI Nagoya Hill, Rieke Avridayana. Ia menjelaskan bahwa tidak semua masyarakat mengetahui informasi ini. Mengenai penarikan tersebut, lanjut dia, hal itu masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh Tribun di studio XXI BCS Mall dan Nagoya Hill, sebagian besar pengunjung yang akan menonton film asing tidak menyetujui penarikan film asing. Dua penonton di bioskop, Elis dan Tatik, menyatakan tidak setuju jika film-film asing dicabut.

"Kami sangat menyayangkan pencabutan ini, semoga pemerintah bisa bijaksana. Studio bisa sepi pengunjung, kalau sepi kan kasihan omsetnya menurun," ujar Tatik yang sedang mengikuti perkuliahan di Singapura.

Lain lagi pendapat Titiek Moeljani. Ia mendukung penarikan film asing. Namun, ia berharap film Indonesia menampilkan tontonan dengan unsur mendidik.

"Setuju film asing dicabut, tetapi film Indonesia juga harus bermutu. Bagi saya bagusnya film-filmnya Deddy Mizwar seperti Kiamat sudah Dekat saja yang banyak difilmkan, supaya masyarakat lebih baik moralnya," tegas Titiek.(*)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved