Kamis, 9 April 2026

Butuh Rp 125 Miliar Keruk Pelabuhan Baai Bengkulu

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dalam waktu dekat akan mengeruk alur pelayaran Pelabuhan Baai Bengkulu senilai Rp 125 miliar.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Alur laut Pebaluhan Baai Bengkulu akhirnya bakal dikeruk. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dalam waktu dekat akan mengeruk alur pelayaran Pelabuhan Baai Bengkulu senilai Rp 125 miliar.

Rencana pengerukan  telah dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan bersama antara RJ Lino selaku Direktur Utama PT Pelindo II ), dengan 14 perusahaan pertambangan batubara di   Bengkulu.

Ke -14  perusahaan tersebut adalah  PT Rekasindo Guriang Tandang, PT Kaltim Global, PT Bara Adhipratama, PT Citra Selaras, PT Danau Mas Hitam, PT Indonesia Riau Srivantika,  PT Borneo Suktan Mining, PT Bara Indah Lestari, PT Ratu Samban Mining, PT Inti Bara Perdana, PT Titan Wijaya, PT Mineral Anugerah Sejahtera, PT Kusuma Raya Utama dan  PT Bukit Sunur.

"Diharapkan dengan pengerukan alur pelayaran ini akan dapat meningkatkan produktivitas Pelabuhan Bengkulu hingga 40 persen lebih dari kondisi yang ada saat ini, sehingga pada akhirnya akan turut membantu kelancaran distribusi barang dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Bengkulu dan sekitarnya," kata Lino di Jakarta.

Dengan dikeruknya alur pelayaran Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu tersebut, maka alur pelayaran Pelabuhan Bengkulu dapat dilalui kapal-kapal besar sehingga lalu lintas kapal dari dan ke Pelabuhan Bengkulu dapat meningkat dan kegiatan bongkar muat batubara secara maksimal, apalagi 70 persen kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Bengkulu didominasi komoditas batu bara.

Saat ini lebar alur masuk Pelabuhan Pulai Baai hanya 25 meter dengan kedalaman 4,5 meter LWS (low water spring). Di lokasi tersebut terdapat endapan pasir halus dan keras yang mencapai 3- 4 juta meter kubik dengan biaya pengerukan diperkirakan Rp 125 Miliar.

Hal ini jauh dari kondisi ideal pelabuhan yang seharusnya memiliki kedalaman -10 meter LWS sehingga dapat melayani kapal yang berkapasitas 40.000 – 50.000 ton.

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah ditugaskan untuk segera melakukan pengerukan alur di Pelabuhan Pulai Baai. Pengerukan dilakukan Mei tahun ini (2011), dalam waktu 5 bulan ke depan bisa. mencapai kedalaman – 10 Meter LWS, sementara 3 bulan ke depan dapat mencapai – 6 Meter LWS. Maka untuk menjaga kedalaman yang ideall material yang dikeruk mencapai 600 ribu hingga 700 ribu M3 setiap tahunnya.

Apalagi karakteristik matrial endapan pasir yang dikeruk sangat halus dan keras, sehingga diperlukan
kapal keruk yang mampu mengeruk sesuai dengan jenis karakteristik endapan pasir seperti yang ada di Pelabuhan Bengkulu.

Pendangkalan alur masuk pelayaran di Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu sudah lama menjadi kendala operasional yang mengganggu keselamatan dan keamanan kapal yang akan keluar masuk pelabuhan. Apabila hal ini tidak diatasi, pendangkalan ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi daerah setempat dan mendatangkan risiko keselamatan dan keamanan kapal-kapal yang akan berlabuh serta melakukan kegiatan
bongkar-muat barang.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved