Anti Tak Minder meski Lahir Tanpa Kaki dan Tangan
Anti Rika, seorang anak berusia 8 tahun yang dilahirkan di Desa Talang Rimba, Kecamatan Cengal
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Mat Bodok
TRIBUNNEWS.COM, KAYUAGUNG – Anti Rika, seorang anak berusia 8 tahun yang dilahirkan di Desa Talang Rimba, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), oleh pasangan Ujang (45) dan Suna (50).
Kendati lahir tanpa memiliki kedua tangan dan kaki, anak bungsu dari 7 bersaudara itu tetap bergairah dan semangat untuk berkeinginan layaknya teman-teman sebaya yang ada di sekeliling rumahnya.
Hal ini terpancar dari raut senyum simpulnya ketika ia berdiri tegak tanpa kedua kaki.
Anti hanya menggunakan kedua paha untuk menyangga badannya agar sama halnya dengan anak lain ketika bermain.
Di usianya yang kini delapan tahun, Anti tidak ada kata minder untuk bermain dengan anak-anak sekitar rumahnya.
Memang terkadang ia murung di kala sore dan malam hari. Apalagi, saat dirinya hendak memejamkan kedua matanya untuk tidur.
Kalau sekujur tubuhnya tidak mendapat hawa dingin, maka Anti akan menangis sejadi-jadinya. Tak heran kalau Ujang dan Suna harus membasahi selimut setengah basah untuk menyelimuti tubuh putrinya.
Kalau badannya sudah diselimuti dengan kain basah Anti dipastikan akan tertidur lelap. Namun, apabila kain tadi kembali kering, Anti pun akan menangis untuk meminta selimut harus dingin.
“Maaf, Pak, saya malu untuk menceritakan semua ini. Tapi, apa daya kami
sekeluarga tidak bisa berbuat apa-apa,” ujar anggota DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, Abdiyanto menirukan perkataan kedua orangtua Anti saat melakukan reses di wilayah sekitar tempat tinggal Ujang dan Suna.