Dialog PMC dan Penggarap Lahan Sukajaya, Camat Tamansari Tekankan Pentingnya Kondusivitas
Dialog lahan PMC di Tamansari jadi momentum penting membangun kesepahaman warga, perusahaan, dan pemerintah.
Ringkasan Berita:
- Dialog di Kantor Kecamatan Tamansari membahas sengketa lahan antara warga dan PMC. Forkopimcam, pemerintah desa, perusahaan, dan penggarap hadir.
- Camat menekankan pendataan menyeluruh, sementara PMC mencatat 20 penggarap dengan 9,9 ha lahan.
- Kesepakatan tertulis dinilai penting cegah sengketa baru
TRIBUNNEWS.COM - Upaya mencari solusi atas persoalan pengelolaan lahan antara masyarakat dan Prima Mustika Candra (PMC) terus dilakukan.
Dialog yang digelar di Kantor Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/6/2026), menjadi momentum penting dalam membangun kesepahaman antara perusahaan, pemerintah, dan warga penggarap.
Pertemuan tersebut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Pemerintah Desa Sukajaya, pihak perusahaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan penggarap lahan yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas pertanian di area milik perusahaan.
Camat Tamansari, Yudi Hartono, memandang positif jalannya dialog yang berlangsung secara terbuka dan konstruktif.
Menurutnya, komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus menciptakan kepastian bagi seluruh pihak yang terlibat.
"Saya menilai komunikasi yang terbuka menjadi langkah penting dalam menciptakan kepastian dan menjaga kondusivitas wilayah," ujarnya.
Yudi juga menekankan pentingnya pendataan yang dilakukan secara menyeluruh terhadap seluruh penggarap lahan, baik yang telah mengikuti proses mediasi maupun yang belum berpartisipasi.
Langkah tersebut dinilai penting agar penyelesaian yang dihasilkan benar-benar adil dan tidak memunculkan persoalan baru di kemudian hari.
"Yang terpenting adalah semua pihak memiliki kepastian. Pendataan harus dilakukan secara menyeluruh agar proses penyelesaian berjalan adil dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari," tambahnya.
Baca juga: Dialog dengan Sekjen PDIP, Wakil PM Timor Leste Puji Visi Rekonsiliasi Megawati-Xanana Gusmao
Dalam kesempatan yang sama, Staf Pembebasan Lahan PMC, Toni Setiawan, memaparkan hasil verifikasi yang telah dilakukan perusahaan terhadap para penggarap. Hingga saat ini, perusahaan telah mencatat sekitar 20 penggarap dengan total luasan lahan mencapai 9,9 hektare yang telah melalui proses verifikasi lapangan.
"Hingga saat ini perusahaan mencatat sekitar 20 penggarap dengan total luasan lahan sekitar 9,9 hektare yang telah melalui proses verifikasi lapangan," ujar Toni.
Menurutnya, proses pendataan dilakukan secara cermat guna memastikan identitas dan aktivitas para penggarap sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan skema penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.
Dukungan terhadap penyelesaian melalui jalur dialog juga disampaikan Ketua Gerakan Nasional Pajajaran (Genpar), Sambas Alamsyah. Ia menilai hasil kesepakatan akan memiliki kekuatan yang lebih baik apabila dituangkan dalam dokumen tertulis yang diketahui pemerintah desa maupun pemerintah kecamatan.
"Kesepakatan tertulis akan menjadi pegangan bersama bagi masyarakat maupun perusahaan dalam menjalankan hak dan kewajiban masing-masing, sekaligus mencegah munculnya sengketa baru di kemudian hari," katanya.
Sambas turut mengapresiasi keterlibatan aktif pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat dalam forum tersebut. Ia berharap hasil pertemuan dapat disosialisasikan secara luas kepada seluruh warga agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.
Sejumlah penggarap yang hadir juga menyampaikan harapan agar aktivitas pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan mereka tetap dapat berjalan sembari menunggu penyelesaian yang disepakati bersama.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul PT PMC dan Petani Penggarap Lahan Sukajaya Sepakat Bangun Kawasan Agrowisata Bersama, Redam Sengketa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Dialog-lahan-PMC-di-Tamansari-jadi-momentum-penting-membangun-kesepahaman.jpg)