Basri, Mantan Dandim 0911/Nunukan yang Jadi Bupati
Mantan Komandan Kodim 0911/Nunukan Drs Basri, besok, Selasa (31/5/2011), resmi menjabat Bupati Nunukan 2011-2016
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Mantan Komandan Kodim 0911/Nunukan Drs Basri, besok, Selasa (31/5/2011), resmi menjabat Bupati Nunukan 2011-2016. Putra kelahiran Maros, Sulawesi Selatan, 31 Juli 1966 silam ini akan dilantik Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak.
Basri yang berpasangan dengan Hj Asmah Gani menjadi Bupati dan Wakil bupati Nunukan setelah memenangi Pemilukada Kabupaten Nunukan 2011. Pasangan yang diusung Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra dan Partai Patriot ini memperoleh suara terbanyak yakni 32.281 atau 44,02 persen dari jumlah suara sah.
Penempaan di Akademi Militer, membuatnya menjadi pemimpin yang matang. Ia merupakan putra pilihan bangsa yang berpengalaman memimpin pasukan termasuk beberapa kali bertugas di daerah konflik. Tak salah jika rakyat Nunukan mempercayainya menjadi pemimpin daerah ini.
Dari pernikahannya dengan Irma Irawati, Basri dikaruniai dua orang putri yakni Rima Thaharan yang dilahirkan 5 Juli 1994 dan Atira Masyita, lahir 24 Desember 1995.
Basri memulai pendidikan dasar pada tahun 1980 silam. Setelah lulus SMA tahun 1989, ia kemudian mengikuti seleksi di Akademi Militer. Beruntung, dari sekian ribu lulusan SMA yang mendaftar pada saat itu, Basri termasuk belasan putra terbaik yang dinyatakan lulus mewakili Pulau Sulawesi. Berbagai pendidikan kemiliteran dilaluinya setamat dari Akmil seperti Sussarcab (1990), Sus Sar Para (1990), Diklapa I (1996), Sus Binlatsad (1997), Selapa II (2000), Tar Gumil (2000), Seskoad (2003), Sus Danyonif (2006) dan Sus Dandim (2008).
Iapun telah dua kali ditugaskan ke Malaysia yaitu tahun 2004 mengikuti Latma KKM 30 AB dan tahun 2005 mengikuti Latma KKM 31 AB. Berbagai operasi telah ditugaskan kepadanya mulai dari Operasi Timor-Timur (1991, 1997) dan Operasi Bhakti TNI (1993). Karena pengabdiannya ini pula, Basri mendapatkan tanda jasa Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun, Satya Lencana Seroja dan Dwija Sistha.
Riwayat kepangkatan Basri dimulai tahun 1989 sebagai letnan dua setamatnya dari Akademi Militer. Tahun 1993 ia memperoleh kenaikan pangkat ke letnan satu. Dua tahun kemudian pangkat kapten disematkan dipundaknya. Tahun 2000 Basri diberikan kenaikan pangkat mayor. Pangkat letnan kolonel diperolehnya pada tahun 2004.
Sepanjang kariernya di militer, Basri selalu mendapatkan kepercayaan menjadi komandan. Ia memulai kariernya sebagai Komandan Peleton III/B/Yonif 312/Kala Hitam Subang. Kemudian menjadi Danton II/B/Yonif 312 dilanjutkan Komandan Kompi Ma Yonif 312.
Ia kemudian diberikan kepercayaan menjabat Kasi-4/Log Yonif 312, Danki Pan A Yonif 312, Guru Militer Golongan VI Deptik Pusdik II, Kasubdep Pengter Deppengmilum, Pambadiya Lat Sops Dam VI/Tanjungpura. Selanjutnya Basri dipercayakan menjabat Komandan Yonif 642 Kapuas, Kalimantan Barat. Sebelum menjabat sebagai Dandim Nunukan, Basri dipercayakan menjabat Komandan Dodiklatpur Rindam VI/Tanjungpura. (*)