Jumat, 23 Januari 2026

Negara Islam Indonesia

Asal-muasal Miliaran Rupiah Dana NII

Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Supriyanto, mengaku mendapat informasi dari kepolisian bahwa

Penulis: Abdul Qodir
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Menteri Peningkatan Produksi NII, Imam Supriyanto, mengaku mendapat informasi dari kepolisian bahwa dana miliaran rupiah yang dihimpun Gubernur NII di sejumlah wilayah bermuara ke rekening pimpinan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Zaytun Indramayu, Panji Gumilang.

Demikian disampaikan Imam Supriyanto seusai menjalani pemeriksaan kasus pemalsuan dokumen pengurus YPI Al Zaytun di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (7/6/2011).

Namun, dari manakah para gubernur yang berada di dalam NKRI itu bisa mendapatkan dana miliaran rupiah, sementara mereka tidak punya profesi apapun?

Imam menjelaskan, bahwa dana itu dihimpun setiap bulan dari para bupati, camat, hingga kepala desa NII. Setiap bupati, camat, hingga kepala desa NII ditargetkan untuk menyetor ke gubernur NII.

"(Target) untuk bupati itu sekitar Rp50jt perbulan. Itu pada tahun 1997 dan sekarang lebih besar lagi," katanya.

"Uang dari bupati, camat, kepala desa. Setiap bulan mereka setor. Mereka gunakan bulan Hijriah. Masing-masing ditargetkan. Sekarang yang terbesar di Jawa Tengah," ungkap Imam.

Modusnya, setiap bupati, camat, dan kepala desa NII membentuk sebuah yayasan fiktif, yang mengedarkan amplop dan proposal meminta bantuan dana untuk yayasan itu ke tengah masyarakat.

Menurut Imam, adapun ciri khas peminta dana dari yayasan fiktif ini adalah tertera gambar segi delapan dengan background warna merah putih pada bagian kop amplop atau proposalnya.

"Ada yang nama yayasannya Rahmatan Lil Alamin. Pokoknya kalau ada gambar segi delapan dan merah putih di kop suratnya, itulah ciri-cirinya. Kalau pernah lihat di pom bensi, kantor-kantor, musholla disebarin amplop, di bus-bus itu ada," ungkapnya.

Modus pengumpulan dana NII lainnya, yakni dengan penculikan anggota baru NII. Anggota NII baru itu setelah dicuci otak dan dibai'at, diwajibkan untuk mencari dana ke provinsi berbeda dari tempatnya diculik. "Jadi, setelah dibaiat, mereka diserahkan proposal, disuruh cari uang ke Sumatra, ke mana-mana," ujarnya.

Selanjutnya, dana yang terkumpul di para gubernur NII akan dikirimkan ke Panji Gumilang sebagai pimpinan utama. Tanda terima pengiriman akan ditandatangani oleh Menteri Keuangan NII Iskandar Saefullah.

Imam menambahkan, bahwa dana yang telah terkumpul di Panji Gumilang, dipergunakan untuk operasional pendidikan YPI Al Zaytun dan operasional NII itu sendiri.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved