Minggu, 31 Mei 2026

Penikaman Warga

Gubernur Sulsel Instruksikan Agenda Darurat di Soppeng

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo bersama pejabat muspida berkunjung ke Desa Pappae, Kecamatan Lilirilau, Jumat (10/6/2011).

Tayang:
Editor: Alfred Dama

Laporan Wartawan Tribun Timur, Aqsa Riyandi Pananrang

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo bersama pejabat muspida berkunjung ke Desa Pappae, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sulsel Jumat (10/6/2011).

Sehari sebelumnya, lokasi ini diserang warga asal Tabbae Kabupaten Bone. Syahrul sekaligus melakukan pertemuan dengan pejabat dan unsur muspida Soppeng.

"Saya turun tadi langsung ke Soppeng bertemu muspida. Kelihatannya, kondisinya dapat dikendalikan baik. Pelaku pembunuhan sudah ditangkap dan proses hukum lanjutan segera dilakukan," jelas Syahrul di Karebosi Link, Makassar.

Syahrul menumpang helikopter ke Soppeng usai menghadiri Penamatan Santri di Ponpes As'adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo.  Syahrul menjelaskan saat ini yang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah bersama muspida untuk mempertahankan situasi kondusif pasca penyerangan itu.

"Saya minta bupati dan muspida untuk turun begitupun Bone. Tentunya melakukan cooling down baik seluruh masyarakat dan percaya seluruhnya pada proses hukum yang ada. Saya tetap berharap prosedur tetap segera dilakukan," ujarnya.

Syahrul menginstruksikan agar pemkab bersama muspida untuk segera melakukan agenda darurat di antaranya pemulihan situasi dalam kendali penuh. TNI-Polri diminta bahu membahu di lapangan untuk mencegah konflik susulan.

Yang kedua, kata Syahrul, pemerintah daerah bisa membantu perbaikan pasca konflik seperti rumah-rumah warga yang terbakar atau mengalami kerusakan pasca penyerangan itu karena mayoritas yang menjadi korban sebenarnya bukan pelaku kerusuhan itu.

"Pemerintah harus betul-betul memberi dukungan. Pemda akan segera turun dan Pak Bupati bisa segera mengatasi itu dan provinsi siap memberikan dukungan apa yang dibutuhkan," jelasnya.

Agenda utama lainnya, kata Syahrul, adalah agenda penegakan hukum. Proses hukum bisa segera  ditindaklanjuti dengan adil dan benar. Terkait maraknya aksi penyerangan dan kekerasan disejumlah kabupaten/ kota se-Sulsel akhir-akhir ini, kata Syahrul, tidak memiliki keterkaitan. Ia juga menepis jika kejadian tersebut memiliki agenda tertentu.

"Saya kira ini kebetulan saja ada accident by accident. Antara kejadian di Bantaeng dengan Bone sebenarnya tidak saling terkait. Kalau kita telusuri lebih dalam dipicu aksi kriminal biasa dan accident ketersinggungan, perkelahian. Seperti itulah, bukan kejadian yang katakanlah terkondisi," ujarnya.

Namun, Syahrul mengimbau seluruh aparat terkait menjadikan kejadian demi kejadian tersebut sebagai pembelajaran untuk mekakukan pencegahan dini jika terjadi sesuatu yang berpotensi menimbulkan konflik yang lebih besar di tengah masyarakat.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved