Minggu, 31 Agustus 2025

Alat Penumbuk Padi dari Long Kali dari Barang Bekas

Bagi masyarakat Kota Tanah Grogot dan sekitarnya, alat penumbuk padi buatan Subantu mungkin tidak mereka perlukan.

Editor: Alfred Dama
zoom-inlihat foto Alat Penumbuk Padi dari Long Kali dari Barang Bekas
Tribun Kaltim/Sarassani
Bupati Paser HM Ridwan Suwidi melihat cara kerja alat pemecah kedelai yang ikut pemeran TTG di halaman kantor BPMPD Paser belum lama ini.

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Sarassani

TRIBUNNEWS.COM, TANAH GROGOT - Bagi masyarakat Kota Tanah Grogot dan sekitarnya, alat penumbuk padi buatan Subantu mungkin tidak mereka perlukan.

Sebaliknya bagi warga yang jauh dari keramaian, apalagi yang jauh dari pabrik penggilingan padi, karya warga Kecamatan Long Kali ini akan sangat membantu warga disana.

Hal inilah yang mendorong Camat Long Kali Siti Makiah S.Sos mengikutsertakan karya Subantu di ajang pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) di halaman kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur belum lama ini.

Terpisah, Minggu (12/6/2011), Subantu didampingi Jafar Siddik mengatakan, alat penumbuk padi buatannya menggunakan energi listrik untuk mengaktifkan motor penggerak, selanjutnya roda/pelek memutar tangkai yang berfungsi mengangkat tongkat penumbuk padi.

Berbeda degan mesin penggilingan, sebagian komponen mesin penumbuk padi merupakan diambil dari barang bekas.
Untuk motor penggerak, lanjut Subantu, ia menggunakan motor penggerak bekas mesin cuci, roda/pelak dari sepeda bekas, tongkat penumbuk dan rangka alat dari kayu limbah.

"Bahannya hampir semua dari barang bekas, kecuali rumah as roda dan karet pemutar, itu saja yang kami beli di toko," kata Subantu.

Dikatakan, alat penumbuk padi buatannya hampir sama dengan konsep kerja mesin penggilingan padi di pabrik. Bedanya, kapasitas produksinya jauh lebih kecil, dan untuk memasukan butiran-butiran padi yang telah ditumbuk ke alat pemisah beras, sekam (kulit padi), dan padi, masih dilakukan secara manual.

"Kalau di pabrik, padi yang sudah digiling lansung masuk ke alat pemisah, beras tersendiri tempatnya, begitu pula beras yang kulitnya belum lepas (padi), yang yang harus dimasukkan kembali ke dalam mesin penggilingan. Nah, cara kerjanya juga sama, bedanya kalau di pabrik otomatis, alat kita manual alias tangan kita ikut membantu memasukkannya ke dalam alat pemisah," terangnya.

Subantu berharap alat penumbuk padi buatannya dapat membantu masyarakat pedesaan, terutama warga yang masih menumbuk padi untuk kebutuhan makan sehari-hari. "Masih banyak saudara- saudara kita yang menumbuk padi hasil penen mereka untuk sekedar makan sehari-hari, alat ini saya harap bisa membantu meringankan, setidaknya waktu untuk menumbuk padi bisa mereka gunakan untuk mencari kayu bakar atau lainya," tambahnya.

Sementara itu, Camat Long Kali Siti Makiah SSos menjelaskan alat pemecah kedelai yang juga merupakan hasil kaya warga Long Kali. Menurutnya, alat pemecah kedelai ini sangat bermanfaat bagi pengusaha tempe. Selain itu, juga bisa digunakan untuk memecah biji kopi dan jagung.

"Kedelai yang keluar dari alat itu akan terbelah dan terpisah dari kulit tipisnya, sangat berguna bagi pengusaha tempe. Dan juga menggunakan bahan dari berang bekas, khusus untuk motor penggeraknya menggunakan bekas mesin pompa air, biaya membuat alat pemecah kedelai tidak sampai Rp 1 juta , begitu pula alat penumbuk padi," terangnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan