Rabu, 8 April 2026

Bahaya Gunung Lokon

Opa Nick Tetap Garap Kebun Sayur di Kaki Gunung Lokon

Opa Nick bersemangat mencangkul lahan perkebunan sayurnya yang berjarak 2 Km dari kawah Gunung Lokon, yang terus menyemburkan debu vulkanik

Editor: Harismanto

Laporan Wartawan Tribun Manado, Fransiska noel
TRIBUNNEWS.COM, TOMOHON - Sudah biasa! Itulah kalimat yang keluar dari mulut opa Nick Kaparang, warga Kakaskasen I Tomohon ketika ditanyakan mengapa belum mengungsi ke tempat yang aman.

Pria lanjut usia berumur 66 tahun yang sudah lahir dan besar di Kakaskasen I Tomohon ini terlihat bersemangat mencangkul lahan perkebunan sayurnya yang berjarak sekitar 2 Km dari kawah Gunung Lokon, yang terus menyemburkan debu vulkanik, wilayah Kakaskasen I Selasa (12/7/2011) pagi, sekitar pukul 09.15 Wita.

Nick, sapaan akrabnya mengaku sudah biasa menghadapi semburan debu vulkanik gunung Lokon. "Sudah biasa ini, jadi tetap beraktivitas seperti biasa," ungkapnya.

Peringatan bencana meletusnya gunung Lokon serta himbauan evakuasi diakui Nick sudah didengarnya dari pemerintah setempat, tetapi dirinya tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi ini. "Yah sambil kerja tetap waspada, kalau ada semburan lebih besar seperti tahun 1991 silam pasti langsung lari," ujarnya.

Nick dengan semangat tetap mencangkul beberapa petak tanah kebunnya yang akan digunakan untuk menanam bibit sayuran sawi. "Sudah waktunya menanam bibit sayur baru," kata Nick.

Di sekitar tanah yang digemburkan ini berjejer beberapa petak lahan berisi sayuran sawi siap panen milik Nick. "Sayang kalau mau ditinggalkan, tinggal seminggu lagi sudah panen," jelasnya.

Selain menyayangkan kalau hasil panen terbengkalai, Nick juga mengakui tidak bisa diam saja di rumah sambil menunggu pemerintah kota Tomohon melakukan evakuasi. "Sudah terbiasa setiap pagi pergi ke kebun, jadi sulit kalau harus diam-diam saja," ujarnya.

Putra dan putri Nick sudah berhasil dan berada di luar Manado semuanya, tetapi hal itu ternyata tidak menghentikan dirinya terus beraktivitas mengurus perkebunan sayurnya yang terletak tepat di kaki gunung Lokon ini. "Anak-anak boleh berhasil, tetapi saya tetap senang berkebun, meskipun saat ini gunung Lokon sementara aktif," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved