Breaking News:

Ekspedisi Sabuk Merapi 2011

Alur Sungai Opak di Candi Prambanan Pernah Dibelokkan

TIM ekspedisi Sabuk Merapi jalur tenggara sampai di tempuran Kali Opak dan Kali Gendol di Dusun Ngerdi.

zoom-inlihat foto Alur Sungai Opak di Candi Prambanan Pernah Dibelokkan
IST
Candi Prambanan

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TIM ekspedisi Sabuk Merapi jalur tenggara sampai di tempuran Kali Opak dan Kali Gendol di Dusun Ngerdi.

Kami terkejut karena pertemuan dua sungai yang berhulu di Merapi dan sama-sama banyak endapan vulkanik itu begitu sempit. Terbayang ancaman banjir lahar ke hilirnya.

Candi Morangan menjadi bukti produk letusan Merapi pernah mengubur warisan budaya leluhur. Betapa dahsyatnya letusan kala itu hingga membuat candi Hindu yang dibangun kira-kira abad 9-10 Masehi terkubur lahar.
Saat eskavasi 1982, candi yang berjarak sekitar 100 meter dari aliran Kali Gendol itu tertimbun material setinggi 6,5 meter.

"Candi Morangan merupakan candi yang terdekat dari puncak Merapi," kata Rully Andriadi, peneliti arkeologi di Dinas Kebudayaan DIY di lokasi candi Dusun Morangan, Desa Sindumartani, Ngemplak, Sleman.

Di candi tersebut didapati adanya Yoni dan Patung Resi serta sejumlah arca lain. Bangunan candi induk menghadap ke arat barat, berbentuk satu bilik serta berdenah bujursangkar dengan ukuran 7,95 meter X 7,95 meter dan selasar 90 meter.

"Candi-candi yang ditemukan kebanyakan berada di tepi sungai karena membutuhkan unsur air dalam ritualnya," kata Rully menjelaskan alasan candi dibangun di tepi sungai.

Lahar sebagai penyebab tertimbunnya Candi Morangan dibenarkan Dewi Sri Sayuti, geolog Balai Penyelidikan dan Pengembangan Tekhnologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta.

"Endapan yang mengubur Candi Morangan dipastikan lahar Merapi. Kapan pastinya letusan yang mengubur itu, belum diketahui," kata Dewi.

Selain Candi Morangan, endapan vulkanik juga menimbun Candi Kimpulan di Pakem, Gampingan, Kadisono, dan Candi Sambisari.
Rully dan Dewi juga menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap keberadaan Candi Prambanan dari ancaman lahar.
Candi Prambanan terletak tak jauh dari Kali Opak yang berpotensi dilalui aliran lahar dari hulu Merapi dalam jumlah besar.

Dari perkiraan BPPTK, endapan vulkanik di hulu Kali Opak sekitar 2,24 juta meter kubik yang dapat terhanyut saat musim hujan ini.

"Ada prasasti yang menyebutkan raja pernah mengalihkan sungai dari alur lama ke Kali Opak saat ini karena halaman candi dilalui alur sungai," lanjut Rully.

Kepala Seksi Pelestarian Balai Pelestari Peninggalan Purbakala (BP3) Propinsi DIY, Tri Hantono, mengamini potensi itu.

"Ancaman itu ada, namun kita berusaha mengantisipasinya," kata Tri. Usaha pencegahan dilakukan Pemkab Sleman, Pemprov DIY serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membersihkan endapan vulkanik di alur sungai dan revitalisasi saluran air.

Jumoyo di Muntilan terkubur lahar musim hujan lalu. Kali Putih kembali mencari alurnya lagi setelah pernah dibelokkan. Tentu kita tidak berharap, kebetulan yang mirip dengan di Prambanan akan jadi kenyataan.

Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved