Rabu, 13 Mei 2026

Ekspedisi Sabuk Merapi 2011

Kali Senowo Jadi Titik Kritis Material Lahar Dingin

SURVEI dan pengamatan morfologi alur sungai di lereng barat gunung Merapi menunjukkan hulu Kali Senowo jadi titik kritis akumulasi

Tayang:
Editor: Anwar Sadat Guna

Berdasarkan pantauan di Kali Pabelan, Made menjelaskan kuantitas lahar dingin yang akan mengalir ke alur sungai ini masih cukup berbahaya.

Menurutnya, dengan kontur alur sungai yang curam menurun dari hulu ke hilir menyebabkan kecepatan aliran lahar bisa sangat tinggi.

Dengan aliran yang cepat ini, lahar dingin akan terus menggerus dinding sungai dan akan membawa batu-batuan dari hulu. Dinding Kali Pabelan selebar 25-40 meter saat ini masih akan terus bertambah.

"Dinding Kali Pabelan ini kondisinya labil dan mudah tergerus aliran. Alur sungai berkelok-kelok memungkinkan lahar dingin terus mengikis dinding sungai," tambah staf monitoring BPPTK Yogyakarta, Heru Pamungkas.

Volume material yang bisa menggelontor ke hilir di sektor barat masih berpuluh juta meter kubik. Material itu sisa endapan erupsi 1997, 2006, bahkan sisa erupsi tahun-tahun sebelumnya. Dari semua sungai yang berhulu di Merapi, hanya alur Kali Krasak yang relatif aman.

Kedalaman sungai masih cukup dengan lebar berkisar antara 25-50 meter. Diperkirakan lahar dingin yang melewati alur Kali Krasak akan lebih besar dari terjangan lahar dingin awal 2011, yang mencapai 10,8 juta meter kubik.
"Di antara kali-kali lainnya di sisi barat Merapi, Kali Krasak satu-satunya sungai yang sudah siap mengalirkan lahar dingin," kata I Made Susmayadi.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved