Ibadah Haji 2011
Ketua NU Jateng Meninggal Saat Menunaikan Ibadah Haji
KH Masruri Abdul Mughni, Ketua PWNU Jateng dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji.
TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI - KH Masruri Abdul Mughni, Rais Syuriah (Ketua) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah (Jateng) dikabarkan meninggal dunia di Tanah Suci saat menunaikan ibadah haji. Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah Benda Sirampog, Brebes ini meninggal akibat mengalami sakit dan sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Al-Anshor, Madinah.
Kabar meninggalnya Masruri yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 49 itu diterima oleh Wakil Ketua Bidang (Wakabid) Penerimaan dan Pemberangkatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, M Suaedi. Menurut Suaedi, ia mendapatkan singkat dari Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) kloter 49. "Dari infromasi yang saya terima, beliau wafat pada 19 November sekitar pukul 23.30 Waktu Arab Saudi. Atau pada Ahad dini hari, 20 November pukul 03.30 WIB," katanya sat ditemui di asrama haji Donohudan, Boyolali, Minggu (20/11).
Suaedi melanjutkan, informasi yang ia terima menyebutkan jenazah ulama yang dilahirkan di Desa Benda pada tanggal 23 Juli tahun 1943 itu akan dikebumikan di area pemakaman Baqi', Kota Madinah. Mengenai jenis penyakit yang diderita, ia hanya diberi kabar jika Masruri menderita gangguan sistem sirkulasi.
"Begitu mengeluh sakit, beliau langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun akhirnya meninggal saat menjalani perawatan," katanya lagi.
Rohmad, Humas PPIH Debarkasi Solo menambahkan, hingga kemarin, total jemaah asal pemberangkatan embarkasi Solo yang meninggal di Tanah Suci berjumlah 64 orang. Sebelum KH Masruri Abdul Mughni, dua orang jemaah juga dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu (19/11/2011). Keduanya adalah Aswadi Ma'ani Maang dari Kloter 52 Brebes dan Harsiwi Yoso Sukarto dari Kloter 64 Boyolali. "Penyebab meninggalnya kedua jemaah tadi karena gangguan sistem sirkulasi," katanya.
Rohmad menuturkan, hingga kemarin, jadwal kedatangan dua kloter yakni kloter 26 dan 27 yang masing-masing berisi 370 jemaah haji di Bandara Adi Soemarmo masih mengalami keterlambatan. Kloter 26 yang seharusnya tiba di Adi Seomarmo pada pukul 12.15 baru tiba pada pukul 13.30. Sedangkan Kloter 27 yang seharusnya tiba pukul 15.45 mundur menjadi pukul 18.40. "Masih mundur, dalam beberapa hari kedepan sepertinya akan terus seperti ini," katanya.