Kerusuhan di Lampung Selatan
Pengungsi Mulai Terserang Penyakit
Baru abeberapa hari dalam pengungsian, masyarakat korban kerusuhan di Napal, Lampu
Laporan Wartawan Tribun Lampung, Dedi Sutomo
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Baru abeberapa hari dalam pengungsian, masyarakat korban kerusuhan di Napal, Lampung Selatan telah terserang penyakit.
Sejumlah pengungsi menderita penyakit selama dalam pengungsian. Keluhan kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh warga Dusun Napal yang mengungsi yakni gejala gastrisit (penyakit lambung).
Menurut Chayaningsih, petugas di Posko Kesehatan, Kamis (26/1/2012), keluhan tersebut biasanya dipengaruhi oleh kondisi spisikis warga pengungsi yang mempengaruhi pola makan mereka serta tingkat asam lambung.
“Keluhan kesehatan terbanyak masih masalah lambung. Selain itu, keluhan lainnya, yakni ISPA, alergi, deare dan hypertensi,” ungkapnya.
Sedangkan berdasarkan data, ujarnya, jumlah warga yang memeriksakan kesehatannya hingga siang hari pada hari kemarin yakni mencapai 125 orang. Sedangkan pada satu hari sebelumnya, imbuhnya, jumlah warga yang memeriksakan kesehatannya mencapai 295 orang.
Sementara untuk stok obat-obatan, tambahnya, cukup aman dan didroping dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.
Sementara Kabid Sosial Dinas Sosial Transmigari dan Tenaga Kerja Kabupaten Lampung Selatan, Amat Gustung, mengatakan, bahwa bantuan pakaian dan perlengkapan lainnya bagi para pengungsi sudah disiapkan. Dan siap untuk didistribusikan.
Selain dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, terangnya, bantuan juga akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi Lampung.
“Untuk bantuan pakaian telah kita siapkan. Yakni baju kaos, seragam sekolah bagi anak-anak dan selimut serta daster bagi ibu-ibu. Dan dalam waktu dekat akan segera didistribusikan,” tuturnya.
Sementara itu untuk logistik, urainya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan dua ton beras dan 200 dus mie instan serta kebutuhan logistik lainnya. Sedangkan untuk bantuan dalam bentuk lainnya, imbuhnya, juga telah mulai disalurkan oleh instansi lainnya.
“Untuk logistik, selain kita menyiapkan dapur umum yang melayani masyarakat. Kita juga memberikan bahan jika ada masyarakat yang ingin memasak sendiri,” tandasnya.