Senin, 4 Mei 2026

Frangki Sempat Bergumul dengan Perampok

Aksi kejahatan makin marak di Kota Manado. Setelah warga terusik dengan aksi pencurian di siang bolong,

Tayang:
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Aksi kejahatan makin marak di Kota Manado. Setelah warga terusik dengan aksi pencurian di siang bolong, kali ini giliran perampokan yang mencemaskan masyarakat.

Kamis (2/2/2012) sekitar pukul 02.30 Wita, komplotan perampok sebanyak enam orang mengobrak-abrik kantor dan gudang milik PT Unilever yang beralamat Jalan Kombos, Kelurahan Kairagi Satu Lingkungan VI, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.

Menurut seorang polisi di Polresta Manado, para perampok yang diperkirakan berjumlah enam orang itu berhasil merusak dan membobol tiga buah brankas yang berada di dalam kantor perusahaan tersebut.

Uang senilai Rp 14 juta berhasil dibawa lari pelaku. Selain berhasil membongkar brankas, para pelaku juga menggasak sebuah laptop, 10 buah jam tangan merek Casio serta Blackberry Onyx yang rencananya untuk hadiah konsumen.

Aksi para pelaku tampaknya berjalan mulus setelah sebelumnya berhasil mengikat kaki dan tangan, serta menutup mulut dan mata dua anggota satpam pakai lakban. Beruntung para pelaku tidak melukai kedua satpam yang berjaga pada malam itu.

Setelah mendapat informasi, tim identifikasi dari Polda Sulut dan Polresta Manado serta seekor anjing pelacak langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara. Usai melakukan oleh TKP, polisi langsung membawa brankas yang dirusak serta dua satpan untuk dimintai keterangan.

Seorang satpam, Frangki Wahiu (39), warga Kelurahan Karang Ria, Kecamatan Tuminting, yang berjaga malam itu menuturkan, saat itu ia sedang duduk di pos jaga, tiba-tiba ada sekitar empat orang pelaku langsung memukulnya dan mengikat kaki dan tangannya lalu menutup mulut dan matanya dengan lakban.

"Waktu itu kita bergumul, mar belum tidur. Kage ada empat orang tak dikenal langsung pukul kita, habis itu mereka ikat kita, tangan deng mulut serta mata dorang lakban," ujar Frangki, saat diwawancarai Tribun Manado di Mapolresta Manado.

Hal yang sama juga diutarakan oleh satpam lainnya, Novel Mahengken (28), warga Kelurahan Tumintang, Kecamatan Tuminting, yang ikut berjaga pada malam itu. Menurutnya dia disekap oleh dua pelaku yang memegang kapak serta besi linggis. "Ada dua orang menyekap kita. Mereka membawa kapak dan linggis," ujarnya.

Menurut keduanya, para pelaku tampaknya bukan orang Sulawesi Utara, karena dari logat bicaranya jelas menunjukkan bukan dari luar Sulut.

Kapolresta Manado Kombespol Amran Ampulembang, melalui Kasubag Humas AKP Desy Hamang mengakui adanya peristiwa tersebut. "Kami masih sementara mengumpulkan keterangan untuk pengungkapan identitas pelaku serta motif perampokan," ujar Deesy Hamang.

Hamang menambahkan, pascabeberapa kejadian perampokan belakangan ini, pihaknya mengimbau supaya warga bisa menjadi polisi bagi diri sendiri. Artinya bisa melindungi diri sendiri. Dan kalau ada pendatang yang mencurigakan segera melapor ke pihak berwajib. (tos)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved