Jefferson Rumajar Masih Dielu-elukan
Wali Kota nonaktif Tomohon, Jefferson Rumajar, Selasa (14/2) kembali menginjakkan kakinya di kampung halaman, Sulawesi Utara
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Wali Kota nonaktif Tomohon, Jefferson Rumajar, Selasa (14/2) kembali menginjakkan kakinya di kampung halaman, Sulawesi Utara. Sekitar setahun, pria yang akrab disapa Epe ini menghuni Lapas Cipinang sebagai tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Epe tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sebagai penumpang penerbangan maskapai Garuda GA 600 Jakarta-Manado, sekitar pukul 10.15 Wita.
Saat itu Epe mengenakan jaket kulit berwarna Coklat dan mengenakan tas dukung, serta memakai kaca mata ditemani sang istri, Jeannie Montolalu keluar dari pesawat.
Beberapa kerabat dan keluarga Epe sebelumnya tampak telah menunggu kedatangan di ruang terminal atas
Sementara di depan pintu kedatangan domestik terminal bandara, sudah dipadati ratusan orang simpatisan Epe.
Yel-yel berseru namanya, menyeruak di antara kerumunan orang. "Epe...Epe...Epe..,," serunya. Tak pelak, ini membuat suasana bandara bak kampanye. Tak tanggung-tanggung simpatisan Epe ini juga menyanyikan lagu rohani di terminal Bandara Sam Ratulangi
Usai turun tangga dari terminal atas ke tempat ruangan pengambilan barang (handling ground), Epe sempat singgah di toilet bandara. Sekitar 3 menit di dalam toilet bandara, Epe kemudian keluar, namun sudah banyak orang yang terkumpul di ruangan tersebut untuk bersalaman dengannya. Sekali lagi teriakkan yel-yel menyebut namanya terdengar sampai ke ruang pengambilan barang tersebut.
Saat berhadapan langsung dengan penjemput yang juga sebagai simpatisannya, teriakkan mereka makin menjadi. Epe hanya tersenyum.
Epe pun sempat kesulitan ketika keluar beberapa langkah dari pagar pembatas depan pintu kedatangan, dimana semua simpatisan yang diketahui sebagian besar warga Tomohon ini langsung memegang tangan Epe dan bersalaman. Beberapa orang lainnya sibuk mengambil gambar pria yang dikenal berparas tampan ini.
"Mana dang tu Epe, aduh.. Keren katu dia, memang gaga katu dia," ujar seorang penjemput kepada teman yang berada di sampingnya
Beberapa petugas Kepolisian Sektor Bandara langsung mengawal Epe hingga menuju ke mobil Avanza DB 4970 AT warna abu-abu metalik yang akan membawanya ke Manado di Malendeng dikawal tiga anggota JPU dari KPK dan tiga pengawas dari KPK
Suasana terminal bandara langsung lengang ketika mobil Toyota Avanza DB 4970 AT warna Abu-abu metalik yang membawa Epe beranjak dari kawasan terminal.
Refli Moningka, warga Kelurahan Pinaras Kecamatan Tomohon Tengah, satu di antara penjemput Epe di bandara mengaku dirinya bersama beberapa warga lainnya sengaja datang untuk melihat langsung pemimpin pujaannya itu.
"Kami datang memang untuk menjemput, melihat keadaan Bapak, kami dari Tomohon langsung ke bandara sekitar pukul 07.30 Wita," ungkap Kaur Kesra Kelurahan Pinaras itu.
Hal yang sama juga dikatakan, Marie Dien dan Yulius Tulung yang datang bersama-sama dengan Refli
Pantauan Tribun Manado di lokasi parkiran bandara, terdapat juga beberapa bus dan kendaraan pribadi yang terparkir di halaman bandara yang dipakai warga untuk menjemput Epe.