Kamis, 11 Juni 2026

Aksi Pekerja Thiess untuk Tolak PHK Massal

Aksi solidaritas pekerja PT Thiess dilakukan karena enam rekannya terancam di PHK oleh manajemen.

Tayang:

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Kholish Chered

TRIBUNNEWS.COM, SANGATTA - Aksi solidaritas pekerja PT Thiess dilakukan karena enam rekannya terancam di PHK oleh manajemen.

"Keenam pekerja tersebut merupakan pengurus SP yang tergabung dalam tim 13 yang berunding dalam perumusan PKB PT TCI Sangatta," kata Ketua DPC Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Kutai Timur, Basti SL, Jumat (17/2/2012) malam.

Setelah sempat dirumahkan dengan pembayaran gaji penuh, keenamnya sempat dijanjikan akan diajak berunding di Hotel Victoria Sangatta tanggal 28 Januari 2012. Namun perundingan batal.

Pembatalan ini berdampak pada munculnya aksi slowdown atau memperlambat aktifitas kerja per tanggal 28 Januari 2012. Belakangan digelar perundingan antara manajemen dengan enam pekerja di Balikpapan, namun malah terbit keputusan PHK.

"Aksi solidaritas berpola slowdown pun kian menguat. Namun belakangan muncul keputusan PHK terhadap 46 pekerja yang dianggap melakukan aksi slowdown. Inilah yang mendorong pekerja melakukan aksi lanjutan," kata Basti, yang menyatakan telah mendapat kuasa dari pekerja Thiess untuk bertindak mencari solusi.

Aksi dimulai Rabu (15/2/2012) malam ketika ratusan pekerja melakukan longmarch berjalan kaki dari Pos Surya ke checkpoint Pos Ulin, Swarga Bara. Kamis (16/2/2012) pagi hingga sore, pekerja melakukan aksi blokade di checkpoint tersebut.

Setelah itu pekerja memindahkan aksi ke area Tango Delta, Road 9. Saat melakukan aksi inilah ketiga pekerja diciduk. Jumat (17/2/2012) pagi, pekerja memindahkan aksi ke Bukit Pelangi. Lokasi yang dituju untuk menyampaikan aspirasi adalah Mapolres, kantor bupati, juga DPRD Kutim.

Terkait penahanan tiga pekerja, Basti berharap kepolisian bisa membuat kebijaksanaan untuk mengeluarkan dari penahanan. "Kami akui ada kekeliruan. Kami berharap mereka dikeluarkan. Kami jamin tidak akan diulangi," kata Basti. Pihaknya juga berharap Disnakertrans Kutim bisa membantu mengatasi persoalan ini. ()

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved