Kamis, 11 Juni 2026

Gay Genthong si Pembantai

Kejahatan Gay Nganjuk Dilakukan di 23 Lokasi

Lokasi kejahatan yang dilakukan Mujianto, gay Nganjuk mencapai 23 titik.

Tayang:

Laporan Wartawan Surya, Achmad Amru Muiz

TRIBUNNEWS.COM, NGANJUK  - Lokasi kejahatan yang dilakukan Mujianto, gay Nganjuk yang membius korbannya hingga tewas, dilakukan di Kediri dan Nganjuk. Lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP) mencapai 23 titik.

Meski begitu, penyidik Polres Nganjuk belum bisa memastikan kemungkinan bertambahnya jumlah korban aksi sadis yang dilakukan Mujianto alias Menthok alias Genthong (24) warga Desa Jatikapur Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.

Sampai saat ini, tim penyidik masih terus berupaya mencari 9 TKP beserta korban pembiusan yang diakui Mujianto sebanyak 15 korban.

“Kami belum bisa memberi keterangan tambahan, terkait perkembangan kasus pembiusan itu,” kata Wakapolres Nganjuk Kompol Guritno, Jumat (17/2/2012).

Tim penyidik Polres Nganjuk memeriksa dua saksi, yang diduga terkait dalam kasus tersebut. Kedua saksi itu, adalah Sutarno (28), pegawai toko pertanian di Kelurahan Jatirejo Kecamatan Nganjuk. Kepada penyidik, warga Desa Balongrejo Kecamatan Berbek ini mengaku, Mujianto pernah membeli racun tikus hingga 10 kali sejak September 2011.

Mujianto membeli racun tikus dalam kemasan kecil seharga Rp 500 per bungkus plastik dan  kemasan agak besar seharga Rp 3.000 per bungkusnya. “Kemungkinan setiap bungkus racun itu diracik tersangka, lalu dicampurkan ke gelas teh lalu disuguhkan untuk korbannya,” duga penyidik.

Saksi lain yang diperiksa, adalah Sutrisno (30) warga Kelurahan Bogo Kecamatan Nganjuk.  Kepada penyidik, Sutrisno mengaku, pernah membeli dua unit ponsel dari Mujianto. Ponsel itu, diduga milik korban pembiusan Mujianto.

Menurut Sutrisno, ponsel yang pernah dibelinya dari Mujianto adalah merek Nexian dan Nexcomtex masing-masing seharga Rp 200 ribu dari pelaku dalam bentuk batangan, Sabtu (11/2/2012).

“Mungkin nasib lagi jelek dan mungkin juga saya kena gendam sehingga ikut saja ketika diminta beli handphone hasil rampasan pelaku pembiusan,” tandas Sutrisno dengan penuh penyesalan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved