Harga Minyak Dunia Hambat Ekonomi
Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry, memaparkan wallstreet kemarin malam ditutup menguat.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness
TRIBUNNEWS.COM,PONTIANAK - Branch Manager Panin Sekuritas Pontianak, Therian Perry, memaparkan wallstreet kemarin malam ditutup menguat walau penguatannya tidak setinggi pada awal dan pertengahan sesi perdagangan.
Hal ini disebabkan bercampurnya beberapa data ekonomi antara positif dan negatif. Serta ditambah naiknya harga minyak menjelang penutupan seiring kabar meledaknya pipa minyak di Arab Saudi.
Data negatif yang mempengaruhi perdagangan Wallstreet kemarin seperti belanja konsumen dan manufaktur AS bulan Februari mengalami kenaikan tetapi lebih rendah dari estimasi awal.
Sedangkan yang positif seperti Initial jobless claim (tunjangan pengangguran baru) turun ke level terendah dalam 4 tahun.
"Ini membuktikan bahwa pasar tenaga kerja AS berangsur pulih. Selain itu dari Eropa juga menyumbang kabar positif, yaitu turunnya borrowing cost obligasi Perancis, Spanyol, dan Italy seiring dengan lakunya penjualan obligasi negara tersebut," ujarnya.
Kendati demikian, harga minyak dunia menjadi momok yang menakutkan untuk perekonomian dunia karena dapat menghambat pemulihan ekonomi dunia. Sedangkan kenaikan harga minyak kemarin yang hampir mencapai USD110/barel kami perkirakan hanya sesaat.
Untuk jangka menengah diperkirakan minyak berada pada kisaran USD100-105/barel. IHSG hari ini juga masih diperkirakan akan bergulat dengan harga minyak ditengah belum pastinya kenaikan harga BBM bersubsidi. Isu BBM ini masih akan terus panas hingga sudah ditentukan kepastiannya, katanya.
Ia menambahkan, kemarin investor juga terjebak di antara 2 pilihan mengikuti isu negatif BBM (jual) atau laporan keuangan 2011 yang bagus (beli). Sementara IHSG memiliki level support 3.940 dan level resisten 4.000.