Siswa TK Ditabrak Mobil
Marini Pingsan Usai Tabrak 17 Anak TK
MARINI pingsan usai menabrak 18 korban yang diantaranya 17 siswa.
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - MARINI pingsan usai menabrak 18 korban yang diantaranya 17 siswa.
Melihat beberapa siswa Taman Kanak-kanak (TK) Perguruan Buddhis Boddhicita terbaring dan mengalami luka, Marini lemah terkulai.
"Dia langsung pingsan di tempat. Ia mengaku tak tahu lagi ceritanya bagaimana usai menabrak," ujar Ardi Tan Pengurus PSMTI Medan, yang merupakan sahabat ayah Marini.
Ardi Tan menambahkan, menurut cerita teman kuliah Marini di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan, dalam keadaan pingsan Marini dibawa ke salah satu rumah sakit di Jalan Nibung Raya, Medan.
Setelah siuman, Marini, yang juga guru di TK Perguruan Buddhis Boddhicita, dibawa ke Jalan Razak, rumah teman kuliahnya.
"Saya nggak tahu juga bagaimana ceritanya teman kuliahnya bisa ada di sekolah itu," kata Ardi Tan.
Menurut Ardi Tan, setelah mengecek keberadaan Marini ke Kantor Sat Lantas Polresta Medan tapi tak bertemu.
Ia mendapat kabar keberadaan Marini di Jalan Razak.
Ardi Tan langsung menjemput dan membawanya ke warung di dekat Kompleks Asia Mega Mas.
"Saya bawa dia ke warung, supaya makan dulu sebelum diantar ke kantor polisi. Tapi, dia tidak selera makan, sampai sekarang dia belum makan," kata Ardi Tan di Sat Lantas Polresta Medan, Jumat (2/3) malam.
Kemudian, lanjut Ardi Tan, petugas datang menjemput Marini dan membawanya ke Sat Lantas Polresta.
"Marini dijemput Kanit Laka di warung dekat Asia Mega Mas," katanya.
Ia menceritakan, saat di warung, Marini mengaku mengenal semua murid TK yang tak sengaja ia lindas.
"Saya tunjukkan satu-satu fotonya, dia kenal semua karena memang itu muridnya," ujar Wakil Sekretaris AMPI Medan ini.(fer)