Jumat, 12 Juni 2026

Ada Apa Dibalik Kumis Syahrul Yasin Limpo?

Bagi sebagian kalangan, keberadaan kumis mungkin hanya akan mengganggu penampilannya saja. Namun bagi politisi, bulu-bulu halus yang

Tayang:
Editor: Dewi Agustina

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Suksesi Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang jatuh di pekan ketiga Januari 2013 nanti tak lantas menghilangkan sisi-sisi humoris seorang kandidat menghadapi kerasnya pertarungan nanti.

Namanya saja politik, apapun jalannya asal bisa dipolitisasi untuk bisa memuluskan kepentingannya pasti akan dipolitisasinya. Termasuk "mengeksploitasi" keberadaan bulu-bulu halus di tubuh, seperti kumis.

Penganut faham "kumisme" ini tiba-tiba mencuat kembali menjelang suksesi pilgub Sulsel.

Bagi sebagian kalangan, keberadaan kumis mungkin hanya akan mengganggu penampilannya saja. Namun bagi politisi, bulu-bulu halus yang tumbuh tepat di bawah hidung dan di atas bibir ini paling sering dieksploitasi sebagai bahan kampanye.

Mungkin, inilah salah satu "rahasianya" kenapa incumbent Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo tetap memelihara kumis lebatnya hingga kini.

"Kalau mau pilih gubernur, gampang. Pertandingkan saja mana yang lebih bagus kumisnya," kelakar Syahrul, Minggu (8/4/2012) dalam Rapimda PDK Sulsel di Hotel Kenari Tower.

Ya, kumis memang paling sering menjadi sasaran dan "korban" eksploitasi dari kekejaman politisi. Namun tidak sedikit kandidat yang terpilih menjadi kepala daerah berkat "kumisnya" ini.

Di pilgub Sulsel 2007 lalu, Pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu'mang (Sayang) menjadikan "kumis" sebagai senjata ampuh. Ajakan untuk memilih "Pak kumis dan si kaca mata" dalam salah satu ersi balihonya berhasil mengantarkan Syahrul-Agus menjadi gubernur dan wakil gubernur.

Siapa sangka, kumis Syahrul saat itu menjadi pembeda pasangan ini dari rivalnya saat itu, pasangan Amin Syam-Mansyur Ramli (Asmara) yang "klimis tak berkumis meski tipis".

Nampaknya, kumis masih akan menjadi salah satu senjata ampuh Syahrul untuk memenangkan pertarungan di Pilgub Sulsel 2013 mengingat kumis rival Syahrul, Ilham Arief Sirajuddin tidak "sesangar" kumis milik Syahrul.

Pendamping Ilham, Aziz Qahar Mudzakkar nampaknya lebih tertarik untuk memelihara jenggot sebagai identitasnya.

Contoh kasus lainnya, kumis pun berhasil mengantarkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi "Foke" Bowo menjadi orang nomor satu di Ibu Kota Negara ini. Foke pun mengeksploitasi keberadaan benda ini dalam berbagai alat peraganya "coblos kumisnya".

Jika pilgub ditentukan oleh lembaran kumis, mungkin inilah saatnya kandidat calon gubernur Sulsel untuk membiarkannya tumbuh subur menjadi bagian dari dirinya. (adin syekhuddin)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved