Bus Maut di Payakumbuh
Agen PO Yanti: Bus Memang Reyot, Tapi Masih Layak Pakai
Musrizal mengatakan bahwa PO Yanti yang terbakar dan menghanguskan 13 penumpang kondisi fisiknya memang sudah reyot
Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Naning Nutriana
TRIBUNNEWS.COM, DUMAI - Kepala Perwakilan Agen PO Yanti Group di Dumai, Musrizal, mengatakan bahwa bus nahas yang terbakar dan menghanguskan 13 penumpang di Payakumbuh, Sumatera Barat, kondisi fisiknya memang sudah reyot. Meski demikian, bus jurusan Dumai-Solok itu masih layak pakai.
"Memang busnya sudah reyot. Tetapi, selama ini tidak ada keluhan dari sopir atau pun kernet terkait kondisi mesin dan juga kabelnya. Bahkan sebelum berangkat, sopir dan kernet mengecek kondisi bus, aman-aman saja. Artinya tidak ada persoalan pada mesin," ujar Musrizal kepada Tribun, Selasa (1/5/2012).
Dengan kepastian mesin aman itu, bus yang sudah beroperasi melayani penumpang Dumai-Solok selama lima tahun itu akhirnya diberangkatkan. Penumpang yang berangkat dari Agen Dumai hanya tiga orang. Ketiga penumpang itu adalah Budi, Andre dan Eka. Ketiga pria dewasa itu merupakan penumpang kapal dari Tanjung Pinang Provinsi Kepulaun Riau.
"Kami dapat penumpang di Pelabuhan Dumai hanya tiga orang. Mereka dari Tanjung Pinang tujuan ke Bukittinggi dan Padang Panjang." ujar Musrizal.
Sekitar pukul 18.00, Senin (30/4/2012) lalu, bus pun mengikuti jadwal rutinnya berangkat menuju Solok, Sumatera Barat. Hingga bus melaju, Musrizal memastikan tidak mendengar adanya keluhan sopir terkait kondisi buruknya mesin bus.
"Tidak ada yang aneh, semua wajar dan normal seperti biasanya,"ujar pria yang biasa disapa Mak Etek itu. Musrizal tidak mengetahui pasti terkait barang bawaan ketiga penumpang bus nahas itu. "Wah, saya tidak memperhatikan barang bawaanya," ujar Musrizal.
Sekitar pukul 20.30 Wib, bus yang kosong penumpang itu seperti biasa berhenti di Agen Yanti Duri, Kabupaten Bengkalis, untuk menaikkan penumpang. Kepala Perwakilan Agen Yanti Duri, Ambalat, menyebutkan ada sekitar 30 penumpang berangkat dari Duri dengan tujuan berbagai kota di Sumatera Barat. Empat penumpang diantaranya balita.
"Dari Duri, ada sekitar 30 penumpang. Sayangnya saya tidak mencatat nama-nama penumpang itu. Tapi seingat saya, dari 30 penumpang itu empat diantaranya anak-anak berusia lima tahun ke bawah," ujar Ambalat dihubungi melalui telepon seluler.
Karena tidak mendata nama-nama penumpang, Ambalat, tidak bisa memastikan identitas para penumpang. "Tapi siang tadi ada dua anggota keluarga penumpang yang bertanya tentang peristiwa itu. Mereka sekarang sudah berada di lokasi kejadian. Setelah mendengar berita itu, mereka langsung menuju lokasi," ujar Ambalat.
Sejak peristiwa terbakarnya bus bernomor polisi BA 3653 L itu diberitakan media, agen di Dumai tidak menerima aduan anggota keluarga yang merasa menjadi korban terbakarnya bus nahas tersebut. "Sampai sekarang, belum ada anggota keluarga yang mendatangi kami."ujar Musrizal.