Breaking News:

Vanittelli Investasi 415 Juta Dolar Olah Sampah Makassar

Vanitelli Nexus Environmental Solution Ltd akan berinvestasi senilai US 450 juta dolar untuk pembangunan pabrik pengolahan sampah di Makassar.

zoom-inlihat foto Vanittelli Investasi 415 Juta Dolar Olah Sampah Makassar
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Warga memilah-milah sampah di pintu air Manggrai, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2012).

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Vanitelli Nexus Environmental Solution Ltd akan berinvestasi senilai US 450 juta dolar untuk pembangunan pabrik pengolahan sampah di Makassar. Sebelum pabrik dibangun, perusahaan yang berkantor di Singapura itu menandatangani MoU dengan Pemkot Makassar di Balai Kota Makassar, Senin (14/5/2012).

Penandatanganan MoU ini dilakukan Wali Kota Ilham Arif Sirajuddin dengan Presiden Direktur Venitelli Enviromental Ivan Pereira de Araujo.

MoU ini akan menjadi langkah awal bagi pemkot dan pihak kedua untuk membangun pabrik pengolahan sampah di kota ini.

Menurut wali kota, hingga saat ini Makassar sebagai salah satu kota besar telah menghasilkan sampah sebanyak kurang lebih 80 ribu kubik atau setara 500 ton per harinya. Sementara daya tampung tempat pembuangan akhir atau TPA sangat terbatas, di samping itu kurangnya pendaur-ulangan yang dilakukan.

Ilham menyatakan, nilai investasi untuk membangun pabrik pengolahan sampah, murni dana pihak kedua sementara Pemkot hanya akan menyediakan lahan serta stok sampah.

“Investasi ini murni dari pihak Vanitelli, sementara pemkot hanya diminta untuk membantu feasibility study (studi kelayakan). Hasil dari pengolahan dari pabrik ini nantinya akan berupa listrik dan briket yang hasilnya nanti akan di-sharing dengan Pemkot, pembicaraan bagi hasil (sharing) akan kita lakukan nanti,” ujar Ilham.

Sementara Ivan Pereira mengatakan, pemilihan Makassar sebagai kota pertama di Indonesia yang dibangun pabrik sampah oleh perusahaan ini, didasari pada letak Makassar yang sangat strategis sebagai pintu masuk kawasan timur Indonesia.

“Pertimbangan yang lain adalah banyaknya kepentingan perusahaaan kami di daerah ini, disamping komitmen tanggung jawab perusahaan untuk menjadikan Makassar salah satu kota terhijau di dunia,” ujar Ivan.

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved