Jokowi Merasa Tak Pantas Terima Gelar Keraton
Wali Kota Solo, Joko Widodo mengaku sudah ditawari oleh pihak Keraton Kasunanan Surakarta gelar kebangsawanan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ade Rizal
TRIBUNNEWS.COM SOLO - Wali Kota Solo, Joko Widodo mengaku sudah ditawari oleh pihak Keraton Kasunanan Surakarta gelar kebangsawanan karena dinilai telah berjasa dalam proses rekonsiliasi dua raja di keraton. Namun, pria yang akrab disapa Jokowi tersebut dengan halus menolak pemberian gelar kehormatan dari keluarga darah biru tersebut.
Meski terlibat langsung dalam proses pendamaian keluarga keraton, dirinya merasa belum punya jasa yang besar kepada keraton. Karena itulah, dirinya merasa tidak cukup pantas menerima gelar kehormatan dari Raja Sinuhun Paku Buwono XIII. "Yang diberi itu yang punya jasa saja. Dengan konsep mendamaikan dua pihak dianggap berjasa, tapi saya merasa belum berjasa," katanya kepada wartawan di Balai Kota Solo, Selasa (12/06/2012).
Menurut dia, dirinya hanya melaksanakan tugas dari kementerian untuk mengawal proses perdamaian keluarga Keraton Kasunanan Surakarta. Karena itulah, dirinya sebagai pribadi tidak berjasa dalam proses rekonsiliasi di keraton. "Saya melaksanakan tugas selaku pemerintah. Sudah tugasnya pemerintah untuk melestarikan heritage. Jadi ini bukan jasa perorangan," ujarnya.
Jokowi juga membenarkan bahwa empat menteri yang terlibat dalam proses rekonsiliasi tersebut juga akan mendapat kekancingan dari keraton. Selain itu, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo juga masuk dalam daftar calon penerima gelar kehormatan dari keraton. Meski demikian, dirinya akan tetap hadir saat acara Jumenengan PBXIII pada 15 Juni 2012 mendatang. "Ya kalau waktu saya luang, saya dan muspida akan datang," katanya.