Kamis, 11 Juni 2026

Kuota SPBN Nelayan Bontang Minus 50 Ton Perbulan

Direktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau, HE Nazamuddin mengakui kuota solar subsidi yang diterima dari

Tayang:
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Udin Dohang

TRIBUNNEWS.COM, BONTANG - Direktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Tanjung Limau, HE Nazamuddin mengakui kuota solar subsidi yang diterima dari PT Pertamina belum mencukupi kebutuhan nelayan Bontang.

"Memang kami sering kehabisan stok solar, karena kuota yang kami terima belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh nelayan di Bontang," ujar Nazamuddin, saat ditemui disela-sela Sidak Komisi II DPRD Bontang, Kamis (21/6/2012).

Menurut Nazamuddin, kuota solar subsidi yang dipasok oleh PT Pertamina ke SPBN Tanjung Limau hanya 50 ton per bulan, sementara kebutuhan nelayan ditaksir mencapai 100 ton per bulan. Kebutuhan ini untuk mengoperasikan 815 kapal nelayan.

"Kami sudah melakukan inventarisasi, memang kuota solar yang kita terima masih kurang 50 persen," katanya.

Menyikapi kekurangan tersebut, Nazamudin mengaku sudah tiga kali bersurat ke PT Pertamina meminta tambahan kuota, namun sampai sekarang belum ada respon. Surat terakhir dilayangkan tertanggal 2 Juli 2012, dengan menyertakan data armada kapal di Bontang yang membutuhkan solar subsidi.

"Kami sudah 3 kali bersurat ke Pertamina, tapi sampai sekarang belum ada jawaban pasti," paparnya.

Berita Lainnya:


Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved