Harta Ayiek Rp 1,5 M Hilang di Mobilnya
Kepolisian Resort (Polres) Cirebon belum menemukan titik terang mengenai kasus yang menimpa Ayiek
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tarsisius Sutomoaiyo
TRIBUNNEWS.COM, CIREBON - Kepolisian Resort (Polres) Cirebon belum menemukan titik terang mengenai kasus yang menimpa Ayiek Mohammad (53) yang kehilangan harta senilai Rp 1,5 miliar di rest area atau tempat istirahat tol Palikanci kilometer 226, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/7/2012) pagi.
"Kami belum mengetahui motif peristiwa itu. Masih banyak yang harus digali," ujar Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Cirebon, AKBP Hero Hendrianto Bachtiar, ketika dihubungi Tribun melalui ponselnya, Sabtu (21/7/2012) sore.
Hero mengatakan polisi belum mendapat petunjuk dari keterangan enam saksi. Para saksi itu ada Ayiek sekaligus korban, Hasim (rekan seperjalanan Ayiek dari Jakarta menuju Yogyakarta), tiga petugas keamanan di rest area tol Palikanci kilometer 226 yang bertugas saat peristiwa nahas itu, dan pemilik warung tempat Ayiek membeli minuman di rest area itu.
Polisi juga belum mendapat rekaman closed circuit television (cctv). "Mungkin hari Senin rekaman itu sudah ada," katanya.
Hero mengatakan ketika mendatangi lokasi kejadian, Hero mengatakan polisi berkoordinasi dengan pihak Jasa Marga untuk meminta bantuan rekaman cctv yang berada dekat jalan keluar rest area tol Palikanci kilometer 226.
Permintaan bantuan rekaman cctv kepada Jasa Marga, ujar Hero, karena pengelola rest area belum memasang cctv. Hero mengakumasih mencari tahu barang-barang Ayiek yang hilang dengan jumlah total 1,5 miliar itu. "Kami masih mencari barang yang hilang itu," ujarnya.
Ayiek kehilangan dua koper dan sebuah tas dari jok belakang mobil Xenia merah bernomor polisi AB 1754 SE ketika beristirahat di rest area tol Palikanci kilometer 226. Saat itu, lelaki asal Jalan Magelang kilometer 17, Desa Nyebong, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, itu bersama Hasim sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Ayiek dan Hasim meninggalkan mobil selama sekitar 10-15 menit untuk ke toilet dan membeli minuman.
Mereka meninggalkan dua koper dan tas itu berisi 9 cincin permata, 60 batu permata, 10 gelang emas yang tiap gelang berberat 20 gram, uang tunai sebanyak Rp 150 juta, tiga buah buku tabungan, ijazah, serfikat tanah, surat nikah, passport, dan surat-surat dan benda-benda berharga lainnya.
Saat kembali dari toilet, Ayiek menemukan pintu depan kanan mobilnya terbuka. Dua koper dan tas berisi barang-barang berharga itu hilang dari dalam mobil. Tak ada tanda-tanda kerusakan pada mobil itu kecuali lubang pintu mobil yang terbuka itu sedikit bergeser agak ke kanan.
Polisi pun menduga pencongkelan pintu mobil dan pencurian itu dilakukan oleh pencuri profesional. Kemungkinan besar, kata Hero, pencuri itu mengikuti mobil yang ditumpangi Ayiek dan Hasim sejak dari Jakarta hingga ke rest area.
Baca juga: