Penculik Bayi Disergap 12 Polisi
Sang penculik, yang belakangan diketahui bernama Adewati (26), sempat berkelit dan mengaku baru melahirkan
Kapolresta Banjar, AKBP Sambodo Purnomo Yogo SIK MTCP kepada Tribun, mengatakan, pihaknya menyebar petugas ke berbagai lokasi yang dicurigai. Menurut Sambodo, pelaku sepertinya sudah begitu hafal dan familier dengan suasana RSU Kota Banjar.
Bahkan juga sudah paham dengan kelengahan petugas medis/nonmedis di RSU Kota Banjar tersebut sehingga ia bisa lolos masuk ke Ruang Teratai dengan memakai baju dan kerudung putih mirip seragam perawat.
Lantas mengambil bayi berusia tiga hari tersebut dari pelukan ibunya dengan alasan akan dicek kondisi hemoglobinnya.
Kapolresta pun meminta RSU Kota Banjar memasang kamera CCTV. Pemasangan CCTV di ruang-ruang tertentu tersebut, katanya, dimaksudkan untuk mengurangi tindak kejahatan. Agar kasus seperti yang menimpa bayi pasangan Oom dan Andang tersebut tidak terulang kembali.
Dua kasus beruntun hilangnya bayi dalam waktu berdekatan menjadi perhatian serius Polda Jabar. Kasus yang lain adalah hilangnya bayi laki-laki di RSAI, Bekasi.
"Kami tengah menyelidiki. Khususnya yang terjadi di wilayah hukum Polda Jabar. Kami tengah melakukan pengecekan ke jajaran Polres. Kasus baby sale ini masuk kategori kasus trafficking," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, kemarin.
- Foke: Kalau Orang Solo Tidak Tahu, Saya Paham
- Deddy Mizwar Ajak Warga Jakarta Kawal Pilkada
- Ini Komentar Ahok Soal Polemik Busway Dikelola Gaya Warteg
- Grenn Fredly Lelah Lihat Pemimpin Nodai Kepercayaan
- Katon Bagaskara Yakin Pemilihan Gubernur Itu Revolusi Cerdas
- Indra Bekti Heran Masih Banyak Warga Jakarta Tak Peduli