Senin, 8 Juni 2026

Hutan Gunung Masjid Ludes Terbakar

diduga disebabkan sisa pembakaran pembukaan lahan baru

Tayang:

TRIBUNNEWS.COM,PONOROGO - Puluhan hektar hutan di kawasan Gunung Masjid di Desa Pandak dan Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ludes terbakar, Jumat (28/9/2012) malam. Diduga, kebakaran ini disebabkan ulah warga tepian hutan yang membuka lahan baru untuk persiapan masa tanam sebelum memasuki musim hujan.

Kebakaran ini meludeskan hutan rakyat yang ditanami kayu jati dan alba. Bahkan, semakin malam hingga dini hari kebakaran itu justru semakin memanjang dan meluas karena api semakin mengular di puncak pegunungan itu. Warga sekitar gunung tak bisa berbuat banyak karena lokasi kebakaran merupakan medan yang curam dan dipenuhi jurang. Selain itu, juga dipenuhi hutan rimba dan semak belukar yang semakin mempercepat api membakar hutan itu.

Berdasarkan pantauan Surya di lapangan, api yang merembet memanjang itu semakin mendekati hutan olahan milik warga. Selain itu, warga sekitar yang selama ini tinggal di lereng gunung perbatasan Ponorogo - Pacitan ini, kawatir jika usai kebakaran hutan tanah semakin tandus dan muda longsor saat musim hujan.

Salah seorang warga sekitar lokasi kebakaran, Tukimun (60) warga RT 01, RW 01 Lingkungan Bodro, Dusun Kates, Desa Pandak, Kecamatan Balong mengatakan melihat kepulan asap hutan terbakar sejak sore hari. Menurutnya, awal kebakaran berasal dari Kawasan Gunung Masjid di sisi barat. Karena hembusan angin kencang, api melebar ke arah lereng sisi utara dan timur. Bahkan, saat Sabtu (29/9/2012) dini hari, kebakaran sudah mencapai Puncak Gunung Masjid.

Kepala Desa Pandak, Nyaimun (40) mengaku jika kebakaran yang mengakibatkan api menjalar hingga hendak mendekati pemukiman warganya itu, diduga disebabkan sisa pembakaran pembukaan lahan baru.

Sementara Asper RPH Karangpatihan, BKPH Ponorogo Barat, KPH Lawu Ds, Hartono membantah jika kebakaran tersebut bukan termasuk di wilayah hutannya. Alasannya, setelah dilakukan kroscek ke lapangan, semua gunung yang kebakar di desa Pandak tersebut merupakan hutan desa atau hutan rakyat. Akan tetapi, tanamannya hampir sama dengan tanaman milik perhutani.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved