Senin, 1 Juni 2026

Gatot Pujo Nugroho Rujuk dengan PPP

Beberapa bulan lalu, Hasrul Azwar mengatakan PPP takkan mau lagi berkoalisi dengan PKS seperti saat Pilgub 2008 yang mengusung pasangan

Tayang:
Editor: Dewi Agustina

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arifin Al Alamudi

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Tak ada kawan abadi, tak ada lawan abadi, hanya perubahan yang abadi. Inilah hukum di dalam politik dan sangat wajar terjadi.

Kondisi itulah saat ini terjadi antara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Sumatera Utara. Tercermin dari pertemuan tertutup antara Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Wakil Ketua DPP PPP Hasrul Azwar, Rabu (10/10) sore.

Beberapa bulan lalu, Hasrul Azwar mengatakan PPP takkan mau lagi berkoalisi dengan PKS seperti saat Pilgub 2008 yang mengusung pasangan Syampurno. Pasalnya, Gatot dinilai tak lagi menjalankan kesepakatan koalisi seperti yang pernah disepakati dulu. Hasilnya, PPP pun mengusung nama Fadly Nurzal untuk maju menuju Sumut 1.

Namun pertemuan Gatot dengan Hasrul Azwar sepertinya menunjukkan Gatot sudah rujuk dengan PPP dan ini juga mementahkan apa yang diucapkan Hasrul Azwar. Pintu dialog dan berkoalisi pun terbuka kembali.

Usai pertemuan tertutup, Gatot yang mengenakan batik terlihat sumringah namun malu-malu membuka isi pembicaraan tertutup tersebut.

"Hanya berbicara soal Sumut ke depan. Sebagai tokoh nasional kami hanya silaturahmi. Beliau adalah senior jadi saya banyak konsultasi," ujarnya.

Namun ia tak menampik kemungkinan PKS-PPP akan berkoalisi kembali. "Kalau melihat aspek sejarah, dimungkinkan. Berdasarkan aspek kesejarahan PKS dan PPP adalah penggagas mendukung Syampurno," ungkap mantan Ketua DPW PKS Sumut ini.

Saat disinggung soal kemungkinannya berduet dengan kader PPP Fadly Nurzal dan kapan akan mendeklarasikan diri, Gatot tersenyum. "Kita cari waktu yang pas lah," ujarnya sambil berlalu meninggalkan hotel.

Usai Gatot berlalu, Hasrul Azwar pun muncul menggunakan baju kotak-kotak. "Kami hanya minum kopi," ujarnya membuka pembicaraan.

Tak puas dengan jawaban itu, wartawan menanyakan terkait Pilgub yang akan berlangsung 7 Maret 2013 mendatang apakah ada kemungkinan PPP-PKS akan berkoalisi.

"Mungkin saja. Dalam politik kan tidak ada yang abadi, hanya perubahan yang abadi," jelas politisi PPP ini.

Hasrul Azwar pun mengatakan tidak menutup kemungkinan Fadly Nurzal akan mendampingi Gatot untuk periode 2013-2018.

Pascapertemuan tertutup ini, Hasrul mengungkapkan akan ada pertemuan lagi yang lebih serius untuk membahas koalisi PPP-PKS.

"Nanti setelah saya pulang haji akan ada pertemuan lebih serius. Awal November lah," katanya.

Jika PPP dan PKS jadi berkoalisi, langkah Gatot akan semakin mulus untuk menjadi Gubernur Sumut. PKS saat ini memiliki 11 kursi di DPRD Sumut dan PPP 7 kursi. Jika berkoalisi sudah mencukupi untuk mendaftar ke KPU yang mensyaratkan minimal 15 kursi.

Belum lagi dukungan dari Hanura yang hampir pasti akan mendukung Gatot. Jika ketiga partai ini berkoalisi 22 kursi akan terkumpul. 11 kursi PKS, 7 kursi PPP, dan 4 kursi Hanura.

Baca Juga:

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved