Minggu, 31 Mei 2026

Sekeluarga Tewas di Glamping Temanggung

TKP Sekeluarga Tewas di Glamping Temanggung Tertutup Tanpa Ventilasi, Gas Disebut Bisa Terperangkap

Dari hasil pendalaman di TKP, polisi menemukan bahwa kamar atau tenda glamping tempat korban menginap memiliki kondisi yang tertutup.

Tayang:
Penulis: Nuryanti
Tribun Jateng/Eka Yulianti Fajlin
TEWAS SAAT GLAMPING - Empat keranda disiapkan di halaman rumah duka keluarga Muhamad Ali Munawar (52), di Dusun Bendosari RT 04 RW 08, Desa Kebumen, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Kamis (28/5/2026). Dari hasil pendalaman di TKP, polisi menemukan bahwa kamar atau tenda glamping tempat korban menginap memiliki kondisi yang tertutup. 

Ringkasan Berita:
  • Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tewasnya satu keluarga di kawasan wisata glamping di Temanggung.
  • Penyebab keempat korban meninggal masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah.
  • Dari hasil pendalaman di TKP, polisi menemukan bahwa kamar atau tenda glamping tempat korban menginap memiliki kondisi yang tertutup.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus tewasnya satu keluarga di kawasan wisata glamping di Temanggung, Jawa Tengah.

Keluarga Ali Munawar (52) asal Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, ditemukan tewas di sebuah tenda di Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5/2026).

Ali ditemukan tewas di dalam tenda bersama istrinya bernama Magfiroh Alvira (43), serta dua anaknya yakni Bagas Amar Hakiki (21) dan Alfino Evan Hakiki (16).

Penyebab keempat korban meninggal masih menunggu hasil uji laboratorium forensik (Labfor) dari Polda Jawa Tengah.

Namun, polisi membuka dua kemungkinan kuat yakni paparan gas beracun atau keracunan makanan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, menyebut prosesnya kini telah memasuki tahap pemeriksaan mendalam setelah dilakukan autopsi terhadap korban.

“Sudah dilakukan autopsi terhadap empat korban. Penyidik masih menunggu hasil Labfor,” ujarnya di Mapolda Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026), dilansir TribunJateng.com.

Dari hasil pendalaman di TKP, polisi menemukan bahwa kamar atau tenda glamping tempat korban menginap memiliki kondisi yang tertutup.

Kondisi itu menjadi perhatian penyidik, karena secara teoritis dapat menyebabkan akumulasi gas berbahaya di dalam ruangan jika terjadi kebocoran atau pembakaran tidak sempurna.

“Tidak ada ventilasi,” ungkap Anwar.

Baca juga: Barang Berharga Sekeluarga yang Tewas di Glamping Temanggung Masih Utuh, Kondisi Tenda Disebut Rapi

Meski demikian, polisi belum memastikan apakah gas karbon monoksida (CO) atau sianida (CN) yang menjadi penyebab kematian.

“Itu masih harus dipastikan, apakah dari CO atau CN,” jelasnya.

Kemudian, sejumlah barang bukti telah diamankan dari TKP, termasuk sisa makanan barbeque, tabung gas portable, peralatan memasak, dan sampel bahan makanan mentah.

Semua barang tersebut kini tengah diperiksa di Labfor untuk uji toksikologi dan kimia.

“Kendalanya hanya menunggu waktu. Karena ada tahapan pemeriksaan di Labfor yang harus dilakukan secara hati-hati,” jelas Anwar.

Penyebab Tak Semua Korban Diautopsi

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved