Rabu, 15 April 2026

Eksavator Milyaran Rupiah Tenggelam

Alat berat eksavator milik dinas PU Ketapang yang digunakan untuk proses pengerjaan proyek jembatan Mensubuk tengelam

Editor: Budi Prasetyo

 Agus mengatakan seharusnya pihak kontraktor dan Dinas PU berkerja secara professional agar kejadian seperti ini tidak terjadi dikemudian hari, eksavator itu milik daerah jika rusak harus bisa dipertangungjawabkan dan diganti oleh pihak penyewa eksavator tersebut karena sudah merugikan pemkab Ketapang.

‘’Alat itu kan milik daerah,jadi kalau rusak harus diganti dan dipertanggungjawabkan,itu merupakan sumber PAD Ketapang,adanya kejadian ini juga bakal menghambat kontraktor yang lainya yang akan mengunakan alat itu’’Ujar Agus. (ali)

Sementara salah satu kontraktor yang enggan disebutkan namanya mengatakan, alat berat Eksavator tersebut milik Dinas PU Ketapang yang disewakan kepada pihak ketiga tau kontraktor per-jamnya Rp. 300 Ribu.

’Dulu saat saya mengerjakan proyek, saya pernah juga menyewa alat itu perjamnya Rp.300 Ribu,1 Unit Esavator tersebut dibeli dengan harga 1,3 Milyar, ’’Katanya.

Menurutnya,di Dinas PU banyak alat-alat yang disewakan kepada pihak ketiga atau kontraktror dianataranya Eksavator,Stom,Pibro dan Greder yang kesemuanya milik Pemkab Ketapang.

Sebelumya masyarakat yang mengeluh lantaran tak kelar-kelarnya Jembatan Mensubuk dan adanya Pungli meting . Jembatan itu dinilai sangat penting bagi mobilisasi masyarakat lantaran dapat memperpendek jarak antara beberapa kecamatan.

Meski telah dianggarkan sejak 2010 lalu, namun sampai sekarang proyek jembatan mensubuk tak kunjung selesai.

Jika Jembatan Mensubuk telah dibangun maka hubungan dengan kecamatan lainnya baik Kecamatan Sungai Laur, Sandai, Hulu Sungai, Simpang Hulu, Simpang Dua, maupun hubungan dengan Kecamatan Tumbang Titi, Sungai Melayu, dan lainnya juga semakin dekat. (ali)

Baca  Juga  :

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved