Geger Hantu Pocong
'Pocong Gentayangan' Makam Leginah Dibongkar
Sudah hampir dua minggu terakhir ini kawasan Donorejo, Kel Talang Banjar, Jambi timur,
Kemarin malam, keluarga Leginah datang di Rumah Ketua Pemuda di kawasan TPU, dan terlibat perundingan dengan warga, polisi dan tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan itu, warga menuntut makam Leginah dibongkar kembali.
Herman, lelaki paruh baya, yang bertugas menggali kubur almarhum kepada Tribun mengakui, saat prosesi pemakaman, tali pocong pada kain kafan tidak dilepas.
"Waktu itu saya sadar tali pocong tidak dibuka, tapi pihak keluarga tak membolehkan," kata Herman.
Dia pun membeberkan sejumlah kejanggalan saat prosesi itu. Katanya, jenazah ketika dikeluarkan dari mobil ambulans langsung dimasukkan ke dalam kubur.
"Tanpa diazani, pokoknya tidak mengikuti tata cara kita kebanyakan," katanya.
Tambahnya, pihak keluarga yang jumlahnya puluhan saat prosesi itu, berdoa dgn cara berdiri dan menghadap matahari.
Marzuki, Ketua RT 28, yang mengikuti pertemuan, mengakui adanya keresahan masyarakat.
"Memang banyak yang resah, tapi belum ada satupun yang mengaku pada saya pernah melihat secara langsung.
Penampakan itu hanya tersebar di HP!" Informasinya besok pukul 09.00 akan ada pertemuan di kantor lurah.
"Memang, tata cara tidak lazim seperti kita. Mayat tidak diazankan, dan ujung kaki dan dahi tidak menyentuh tanah," katanya. Dalam pertemuan kemarin, pihak keluarga mengakui tidak melepaskan tali pocong jenazah.
Sudah Dilepas
Sutrisno, suami almarhumah Leginah (30) memastikan jenazah dimakamkan sesuai aturan agama.
Dikatakan Sutrisno, tidak benar isu yang berhembus jika tali pocong jenazah istrinya tidak dilepas.
Sutrisno mengatakan ia sendiri yang melepas tali pocong yang belakangan menjadi isu yang menghangat tersebut.