Subulussalam Dilanda Banjir Belasan Warga Mengungsi
Hujan deras yang mengguyur Kota Subulussalam setiap hari selama dua bulan terakhir ini menyebabkan sembilan desa di Kecamatan Runding dilanda banjir
Laporan Wartawan Serambi Indonesia / Khalidin
TRIBUNNEWS.COM SUBULUSSALAM, - Hujan deras yang mengguyur Kota Subulussalam setiap hari selama dua bulan terakhir ini menyebabkan sembilan desa di Kecamatan Runding dilanda banjir pada Minggu. (11/11/2012). Hal itu menyusul meluapnya sungai Souraya yang membentang di kecamatan tersebut.
Pantauan Serambi di lapangan, sejumlah desa yang dilanda banjir meliputi Panglima Sahman, Sibungke, Kuta Lembaru, Muara Batu-Batu, Pasar Runding, Oboh, Binanga, Siperkas dan Belukur Makmur. Di Desa Sibungke ketinggian banjir mencapai pundak orang dewasa. Sehingga rumah warga yang berupa panggung setinggi lebih satu meter terendam air.
Hal serupa juga terjadi di Muara Batu-Batu dan Pasar Runding. Bahkan dua kepala keluarga di Dusun Tengah Pasar Runding dilaporkan telah mengungsi ke rumah kerabatnya karna rumahnya tidak dapat dihuni. Kedunya adalah Darni Kombih (40) dan Putra (30)."Sudah dua warga saya mengungsi karena rumahnya tidak dapat dihuni lagi," kata Abdurrahman Hasugian, Kepala Desa Pasar Runding.
Di pasar Runding, banjir mulai merendam daerah ini sejak sabtu pagi air mulai naik ke tebing.
Ketinggian air skitar 30-50 centimeter. Menurut Abdurrahman, di desanya terdapat 65 dari 214 rumah di sana yang rawan banjir. Lokasi terparah berada di Runding tengah dan selatan.
Sementara di Desa Sibuasan, dua dari sepuluh warga yang ada di sana jg sudah mengunggsi. Mereka antara lain adalah Hasni (45) dan Hasby (60) di sana ketinggian air di halaman rumah lebih satu meter bahkan mencapai dada orang dewasa."Kalau halaman rumah setinggi dada," kataHasni warga Sibuasan Atas.
Berdasarkan catatan Serambi, sedikitnya sebelas desa di kecamatan Runding rawan banjir. Semuanya berada di pinggir sungai souraya yakni Dah, sibungke, panglima sahman, muara batu-batu, pasar Runding, pemualen, belukur, binanga, siperkas, kuta beringin dan oboh."Beberapa tempat kondisi air memang belum parah, tapi di lorong masjid sudah ada dua kepala keluarga yang mengungsi," kata Nurul, salah seorang warga kepada serambinews.com, Sabtu (10/11/2012) malam. (*)
Baca Juga :
- Naga Bonar Berubah Pikiran 4 menit lalu
- Empat Pasang Cagub Jabar Resmi Daftar 8 menit lalu
- 30 Persen Hutan Harapan Dijarah 22 menit lalu