Kamis, 4 Juni 2026

Nestapa Pekerja Anak

Harusnya Bermain, Tapi Anak Ini Banting Tulang Cari Duit

Ketika anak-anak lain asyik bermain, anak-anak nelayan ini ngos-ngosan banting tulang cari nafkah. Menyedihkan!

Tayang:
Harusnya Bermain, Tapi Anak Ini Banting Tulang Cari Duit - 201211_13_193657p.JPG
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Nestapa pekerja anak di Tempat Pelelangan Ikan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka banting tulang cari nafkah demi membantu ekonomi keluarga.
Harusnya Bermain, Tapi Anak Ini Banting Tulang Cari Duit - 201211_13_193665p.JPG
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Nestapa pekerja anak di Tempat Pelelangan Ikan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka banting tulang cari nafkah demi membantu ekonomi keluarga.
Harusnya Bermain, Tapi Anak Ini Banting Tulang Cari Duit - 201211_13_193666p.JPG
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Nestapa pekerja anak di Tempat Pelelangan Ikan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka banting tulang cari nafkah demi membantu ekonomi keluarga.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Orang bilang, masa kecil adalah masa paling indah. Anak-anak gembira bermain bersama teman- temannya setelah pulang sekolah.

Tapi itu sebatas impian di kalangan anak dari keluarga miskin. Tengok saja nasib anak-anak nelayan ini. Anak bernama Ussu misalnya, tiap hari ngos-ngosan mengangkat ikan di Tempat Pelelangan Ikan Paotere, Makassar, Sulawesi Selatan.

Anak-anak putus sekolah tersebut bekerja mengangkat ikan, menata ikan ke dalam kotak dan memecah balok es. Bayaran mereka tak seberapa. Sehari mereka cuma mengumpulkan uang Rp 30.000 hingga Rp 75.000.

Dani tak kalah ngos-ngosan. Ia bekerja mendorong ikan dan merapikannya. Ia bersabar putus mengangkat ikan, menata ikan ke dalam kotak dan memecah balok es untuk mengawetkan ikan.

Demikian juga Wandi. Bersyukurlah anak-anak yang orangtuanya berkemampuan secara ekonomi. Pedulilah terhadap mereka.
 

Baca Artikel Menarik Lainnya

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved