Kamis, 4 Juni 2026

Kondisi Mahasiswi di Padang Korban Peluru Nyasar, Kampusnya Dekat Latihan Tembak TNI

Insiden peluru nyasar di UNP melukai dua orang, diduga berasal dari latihan tembak TNI. Lokasi ditutup sementara sambil menunggu hasil investigasi.

Tayang:
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Nuryanti

Ringkasan Berita:
  • Dua korban, Nova Wirantika dan Guruh Guino, terkena peluru nyasar saat berada di kampus UNP, Selasa (2/6/2026).
  • Nova menjalani operasi di RS Hermina Padang, sementara Guruh dirawat di RS Tentara Rekso Sudiryo Ganting.
  • TNI menutup sementara lokasi latihan tembak dan menanggung biaya pengobatan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus peluru nyasar di Universitas Negeri Padang (UNP), Kota Padang, Sumatra Barat menjadi perhatian nasional karena menimbulkan korban luka dan trauma mendalam bagi mahasiswa. 

Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan lingkungan kampus sebagai ruang aktivitas akademik.

Peluru diduga berasal dari lokasi latihan tembak TNI di Kelurahan Lapai yang berjarak sekitar 800 meter dari kampus UNP.

Pihak TNI masih menunggu hasil uji balistik terhadap proyektil yang dikeluarkan dari tubuh salah satu korban.

Dua orang menjadi korban peluru nyasar yakni Nova Wirantika (25), mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial serta Guruh Guino, warga yang sedang duduk di depan rektorat pada Selasa (2/6/2026).

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, menerangkan Nova Wirantika menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina Padang karena proyektil bersarang di paha kirinya.

Sedangkan Guruh dirujuk ke Rumah Sakit Tentara Rekso Sudiryo Ganting Padang untuk menjalani proses pemulihan.

Baca juga: Detik-detik Mahasiswa UNP Tertembak, Peluru Nyasar Diduga Berasal dari Senjata Anggota TNI

Setelah insiden peluru nyasar, Rektor UNP berkoordinasi dengan Pangdam I/Bukit Barisan, Komandan Batalyon 133/Yudha Sakti, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) untuk penanganan korban.

"Sementara tim medis UNP segera membawa korban ke RS Hermina Padang menggunakan ambulans UNP untuk mendapatkan penanganan segera," terangnya.

Kapendam I/Bukit Barisan, Letkol Kav Taufiq, membenarkan adanya latihan menembak saat insiden peluru nyasar di UNP.

"Memang benar ada kejadian atau insiden yang menyebabkan dua saudara kita terkena peluru nyasar. Namun, belum bisa dipastikan apakah peluru tersebut berasal dari anggota Kodam yang sedang melaksanakan latihan atau bukan," bebernya, Selasa (2/6/2026), dikutip dari TribunPadang.com.

Pihaknya fokus pada penanganan kedua korban yang terkena proyektil.

"Salah satu korban menjalani operasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku. Kedua korban sudah dalam penanganan. Kami melakukan seluruh prosedur yang ada dan seluruh biaya pengobatan ditanggung," tandasnya.

Baca juga: Kuasa Hukum Keluarga Ilham Pradipta akan Surati Panglima TNI terkait Vonis 3 Oknum Prajurit

Kini, tempat latihan yang berada di dekat kampus UNP ditutup sementara.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved