Senin, 27 April 2026

Chikungunya Berjangkit di Rancabali

Sedikitnya tujuh warga RW 12 Kampung Rancabali, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung terserang penyakit chikungunya

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM   PASEH,  - Sedikitnya tujuh warga RW 12 Kampung Rancabali, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung terserang penyakit chikungunya.  Hal itu dikatakan Ketua RW 12, Suhaya, ketika ditemui Tribun di kediamannya, Rabu (14/11/2012) sore.

"Dalam lima hari ini sudah ada laporan jika ada beberapa warga yang merasakan nyeri pada persendiannya ketika digerakkan," ujar Suhaya.

Dikatakan Suhaya, warga yang diduga terkena penyakit chikungunya berada di RT 1 RT 2, dan RT 3. "RT 1 ada dua orang, RT 2 ada tiga orang, dan RT 3 ada 2 orang. Tapi ada beberapa yang sudah merasa baikan," ujar Suhaya.

Suhaya mengatakan, lokasi kampung Rancabali memang berdekatan Sungai Cikaro. Bahkan kampungnya kerap terserang banjir ketika musim hujan. Akan tetapi, Suhaya menyebut jika warganya baru pertama kali terserang penyakit yang diduga chikungunya.  "Biasanya banyak warga terserang gatal-gatal akibat banjir. Kalau seperti penyakit yang diakibatkan nyamuk belum pernah terjadi," ujar Suhaya.

Dikatakannya, intansi terkait melakukan fogging terakhir kali pada 1997. Pasalnya Suhaya khawatir makin banyak warganya mengalami penyakit yang diduga wabah chikungunya.

"Kami memohon instansi terkait untuk cek ke lapangan. Karena menghadpi musim hujan dan pergantian cuaca takut banyak yang bertambah sakit," katanya.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, dr Riantini, mengatakan pihaknya belum menerima laporan dari puskesmas setempat terkait dengan adanya warga yang terserang wabah yang diduga chikungunya.  "Kalau laporan belum ada, tapi kami sudah meminta puskesmas setempat untuk memeriksanya setelah ada informasi ini," ujar Riantini ketika dihubungi Tribun melalui ponselnya, Kamis (14/11/2012) sore.

Menurut Riantini, penyakit chikungunya yang tidak fatal tidak akan menyebabkan kematian. "Bisa juga sembuh sendiri," ujarnya.  (cis)

Baca  Juga   :

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved