Pilkada Purwakarta
Dedi-Dadan Unggul
calon bupati dan wakil bupati Dedi Mulyadi dan Dadan Koswara dinyatakan unggul dalam perolehan suara.
* Hasil Hitung Cepat LSI
* Pemilih Golput Meningkat
TRIBUNNEWS.COM PURWAKARTA,- Tahap pencoblosan pada proses pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Purwakarta periode 2013-2018 usai, Sabtu (15/12/2012). Hasil rekapitulasi perolehan suara baru akan diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purwakarta setelah menerima berita acara dan rekapitulasi hasil di tingkat kecamatan yang dilakukan PPK.
Namun berdasarkan penghitungan cepat (quick count) yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI), bekerja sama dengan Citra Komunikasi LSI, pasangan calon bupati dan wakil bupati Dedi Mulyadi dan Dadan Koswara dinyatakan unggul dalam perolehan suara.
Bupati petahana itu meraih total 65,55 persen suara. Pesaing terdekatnya, Dudung Bachdar Supardi dan Yogie Mochamad, memperoleh 24,72 persen suara. Pasangan Burhan Fuad dan Onnie Surono Sandie meraih 9,73 persen suara.
Direktur Citra Komunikasi LSI, Toto Izul Fatah, mengatakan, kemenangan Dedi berdasarkan penghitungan cepat dicapai karena faktor kepopulerannya. Menurut dia, faktor koalisi partai yang dilakukan pasangan Dedi-Dadan tidak berpengaruh besar.
"Di tingkat masyarakat, Dedi populer sekitar 98 persen. Dia dikenal masyarakat sekitar 70 persen, dan masyarakat memiliki tingkat kesukaan sekitar 80 persen," ujar Toto kepada wartawan seusai jumpa pers di Hotel Situ Bueled, kemarin.
Toto mengatakan, menurut LSI tingkat partisipasi pemilih tidak mencapai 100 persen. Terhitung sebesar 74,47 persen dari jumlah pemilih tetap yang ditetapkan KPU Purwakarta pada 31 Oktober 2012 yang berpartisipasi dalam pilkada.
"Persentase itu membuktikan tingkat golput cukup memprihatinkan dan mengkhawatirkan di Kabupaten Purwakarta ini. Sekitar 25 persen masyarakat golput," ujar Toto.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari KPU Purwakarta, tercatat 639.833 orang pemilih tetap, yang terdiri atas 320.813 laki-laki dan 319.020 wanita.
Toto pun mengatakan, tingkat golput itu meningkat sekitar lima persen daripada pilkada periode sebelumnya. Ia menilai, meningkatnya golput pada pilkada Purwakarta ini disebabkan dua faktor.
"Mungkin tingkat masyarakat yang kritis mulai meningkat dan masyarakat yang tidak puas kepada pemimpin sebelumnya. Selain itu juga kemungkinan ada beberapa pabrik yang tetap beroperasi tapi tidak disediakan tempat pemungutan suara sehingga karyawannya urung mencoblos," ujarnya.
Menurutnya, jika memang itu terbukti, ini menjadi tamparan bagi KPU Purwakarta.
Hasil penghitungan cepat itu, kata Toto, berlaku sampai penetapan yang akan dilakukan KPU Purwakarta. "Tingkat margin error-nya kurang lebih 1 persen. Kalau tidak naik bisa juga turun dari hasil yang akan diumumkan KPU," ujar Toto.
Lancar
KPU Purwakarta mengklaim proses pencoblosan pada pilkada Kabupaten Purwakarta berjalan lancar. "Sejauh ini keluhan memang ada. Namun persoalannya belum dipastikan. Kami siap menampung keluhan yang ada asalkan sesuai prosedur," ujar Ketua KPU Purwakarta, Deni Ahmad Haidar, ketika dihubungi Tribun melalui ponsel, kemarin.
Deni mengatakan, hasil rekapitulasi penghitungan suara akan diumumkan lima hari ke depan. Hasil itu nantinya akan digunakan untuk penetapan pemenang pilkada pada 23 Desember 2012. "Kami masih menunggu penghitungan suara yang akan dilakukan di PPS selama dua hari. Kemudian kami juga akan menunggu hasil penghitungan suara di PPK selama tiga hari," ujar Deni.
Mengenai hasil penghitungan cepat yang dilakukan LSI bekerja sama dengan Citra Komunikasi, Deni tidak mempersoalkannya. "Siapa pun pemenangnya itu sah-sah saja. Tapi yang jelas nantinya kami akan melakukan penetapan berdasarkan rekapitulasi yang kami lakukan," ujarnya.
Deni belum bisa berkomentar banyak tentang tingkat golput yang dinilai LSI meningkat dibanding pilkada di periode sebelumnya. "Data-datanya belum kami terima dan kami tidak bisa memastikan. Kami akan mengetahui semua hasil dari penghitungan suara setelah rekapitulasi di PPK diserahkan kepada KPU," ujarnya.