Selidiki Pesawat Tanpa Awak, Litbang Kemenhan Tinjau Temuan Ke Pinang
Balitbang Kementerian Pertahanan RI Prof Edi Siraj akan datang ke Tanjungpinang mengamati langsung
Laporan Wartawan Tribun Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWS,COM BINTAN - Teka-teki siapa pemilik pesawat tanpa awak yang ditemukan beberapa waktu lalu di perairan Tanjungberakit, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan belum terpecahkan.
Untuk memastikan isu tak sedap terkait penemuan benda itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan RI Prof Edi Siraj akan datang ke Tanjungpinang mengamati langsung, Sabtu (29/12/2012) besok.
Komandan Lanud Tanjungpinang, Letkol Pnb M.J Hanafie, menuturkan kedatangan Edi akan melihat dan memastikan benda sejenis Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak itu memang bukanlah pesawat mata-mata seperti kabar yang berkembang beberapa waktu lalu
"Ya Kabalitbang Kemenhan akan datang Sabtu ini melihat benda tersebut. Ini untuk lebih memastikan isu yang berkembang kalau pesawat itu bukanlah pesawat mata-mata," ungkapnya saat dijumpai di Resort Agro 36 Bintan.
Hanafie menyebutkan pesawat itu terbawa dari perairan internasional ke perairan Bintan. "Jadi setelah kami teliti, benda ini sudah 4 hari terendam di laut, terapung-apung dan terbawa ke perairan Tanjungberakit," sebutnya.
Ia juga mejelaskan jika di pesawat itu tidak ada alat-alat mencurigakan seperti kamera pengintai dan sebagainya. Pesawat ini disimpulkan aman dan tidak membahayakan.
"Awalnya kan rencana mau kami kirim ke Litbang AU di Bandung, namun sudah kami teliti itu bukan barang mematai, itu biasanya dipakai untuk sasaran tembak baik oleh pesawat di udara atau dari tanah," jelasnya.
Ditegaskannya, tidak ada latihan perang di dekat perairan Tanjungberakit oleh negara lain.
"Di Bintan kita ada Satuan Radar 213 yang memantau udara di sekitar sini. Tidak ada terdeteksi pesawat apapun selama ini. Satrad bisa mendeteksi seperti pesawat yang unschedule (di luar jadwal) dan sebagainya. Jangkauan deteksi hingga 250 nautical miles," terang Hanafie.
Saat ini benda-benda semacam UAV itu dimiliki Brunai, Malaysia, Thailand. Apalagi jangkauan UAV ini dengan radius 50 Kilometer dipastikannya secara kebetulan terbawa arus ke wilayah NKRI.
"Ini biasanya diproduksi Inggris atau Korea Selatan, tapi yang ditemukan itu buatan Inggris. Siapa pemiliknya sejauh ini belum diketahui. Bisa jadi negara tetangga terdekat karena mereka punya alat-alat itu. Yang jelas kami pastikan itu hanya terbawa arus dan bukan untuk tujuan tertentu." terangnya.
Baca Juga ;
- 13 Perwira Polres Nunukan Bergeser 11 menit lalu
- Suami Istri Hilang di Pulau Berpenghuni Binatang Buas 19 menit lalu
- Pderita DBD di Madiun Naik 5 Kali Lipat, 2 Tewas 21 menit lal