Warga Pantai Samas Minta Bantuan Backhoe Ke Dewan
Perwakilan warga dan Nelayan yang tinggal di pinggiran Pantai Samas, mendatangi kantor DPRD
Laporan Reporter Tribun Jogja, Yudha Kristiawan
TRIBUNNEWS.COM , BANTUL - Perwakilan warga dan Nelayan yang tinggal di pinggiran Pantai Samas, tepatnya di sekitar Dusun Soge, Srigading, Sanden, Bantul, mendatangi kantor DPRD Bantul untuk meminta bantuan mengatasi mampetnya suangan (muara sungai. Red), Senin (7/1/2013) pagi ini.
Lantaran, mampetnya suangan tersebut mengakibatkan aliran air sungai Opak yang seharusnya langsung menuju laut, meluber ke lahan pertanian warga.
"Kami datang ke Dewan bermaksud meminta bantuan alat berat berupa backhoe untuk membuka suangan yang mampet. Kalau terus dibiarkan, apalagi saat musin hujan seperti ini, bisa-bisa semua petani tak akan bisa memanen tanaman mereka," ujar salah seorang perwakilan warga, Mugari (37).
Lanjutnya, warga selama ini hanya bisa bergotong royong berusaha membuka suangan yang mampet tersebut dengan peralatan seadanya, seperti cangkul dan skop.
"Mampetnya suangan juga berimbas abrasi, karena posisi suangan sekarang kira-kira 500 meter di sebelah barat Pantai Samas, bisa jadi lama-lama imbas abrasi tersebut juga akan menggerus rumah-rumah warga yang berdekatan dengan pantai," ungkapnya.(*)
Baca Juga :
- IOM Ajak Warga Lereng Merapi Diskusi Soal Pengelolaan Logistik 7 menit lalu
- Masa Garuda-Na Padati Stadion Bau Massape 15 menit lalu
- Tahun Ini Yogyakarta Tambah 10.000 Kamar Hotel 17 menit lalu