Selasa, 19 Mei 2026

Kasus Pencabulan di Pati

Warga Bongkar Masa Lalu Kiai Cabul Ashari, Pernah Diusir tapi Balik Lagi, Disebut Punya Bekingan

Kasus kiai cabul Ashari di Pati terus berkembang, polisi buka posko pengaduan usai muncul korban baru dan dugaan puluhan korban lain.

Tayang:

Ringkasan Berita:
  • Warga menyebut dugaan pelecehan oleh Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo sudah terdengar sejak lama, namun korban takut melapor karena ancaman dan dugaan adanya backing.
  • Polisi menerima tambahan korban baru periode 2013-2014 dan membuka posko pengaduan karena jumlah korban Ashari diduga lebih dari 50 orang.
  • Ashari telah ditahan dan dijerat pasal berlapis terkait kekerasan seksual terhadap anak dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara.

 

TRIBUNNEWS.COM - Cerita baru terus bermunculan pascapenangkapan kiai cabul asal Pati, Jawa Tengah, Ashari.

Pria berumur 52 tahun ini merupakan pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo yang berhasil ditangkap polisi, pada Kamis dini hari, 7 Mei 2026 lalu.

Lewat cerita Ahmad Nawawi, inisiator aksi demo kasus pencabulan, terungkap masa lalu dari Ashari.

Ia mengaku sudah mendengar dugaan kasus penyimpangan di Pesantren Ndholo Kusumo sejak dirinya masih kecil.

Perlu diketahui, lembaga pendidikan agama tersebut sudah ada sejak 1995.

"Kalau saya sendiri sudah mendengar itu sejak saya kecil korbannya banyak, akan tetapi tidak ada yang berani melapor karena diancam oleh pihak tersangka," kata Nawawi dikutip dalam program Saksi Kata yang tayang di kanal YouTube Tribunnews, Selasa (19/5/2026).

Nawawi melanjutkan, kejadian yang membuat geram warga salah satunya beredar kabar tersangka melecehkan santriwati yatim piatu di bawah umur.

Puncaknya saat Nawawi masih kecil terjadi aksi warga yang mengusir Ashari dari pondoknya.

"Ada upaya pengusiran dari tokoh-tokoh setempat sini serta masyarakat sekitar sini gitu. Dan sempat sudah terusir juga, tapi kembali ke sini," lanjutnya.

Usai kembali, warga sekitar pondok tidak berani mengusir karena dilanda rasa ketakutan.

Baca juga: Gus Miftah Sebut Ashari Tersangka Pencabulan Santri Hanya Mendirikan Panti Asuhan

Hingga pada 2024, warga digegerkan lagi dengan kabar terjadi aksi pelecehan.

Kasus sempat dilaporkan ke pihak kepolisian.

Namun belum ada tindak lanjut dan warga juga masih takut untuk bertindak.

"Karena tersangka ini banyak dekingan. Dan banyak yang ngasih donatur. Jadi untuk upaya penyuapan itu pasti ada dan warga takut juga," imbuh Nawawi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved