RSBI Dibubarkan
Paser Akan Bubarkan 2 Sekolah Bertatus RSBI
Ada dua RSBI di Paser, SMA Negeri 1 Tanah Grogot dan SMP Negeri 2 Tanah Grogot.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim: Sarassani
TRIBUNNEWS.COM TANA PASER - Pembiayaan Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) ditanggung 50 persen pusat, 30 persen provinsi dan 20 persen kabupaten/kota menurut Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Paser H Shafruddin Ismail, Kamis (10/1/2013), hanya lah tiori karena kenyataan di lapangan pemerintah daerah lah yang lebih banyak membiayainya.
"Komposisi pusat 50, provinsi 30 dan kabupaten/kota 20, itu cuma tiori kenyataannya di lapangan lebih dari 20 persen. Ada dua RSBI di Paser, SMA Negeri 1 Tanah Grogot dan SMP Negeri 2 Tanah Grogot. Tapi perhatian kita (Pemkab Paser-red) bukan hanya terfokus pada RSBI, tapi ke semua sekolah, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi di Paser," kata Shafruddin.
Oleh karena itu, ketika Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan membubarkan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) dan RSBI, pihaknya tidak terkejut atau merasa kehilangan sumber dana untuk sekolah RSBI di Paser. Karena pada dasarnya, ia setuju dengan keputusan MK tersebut.
"RSBI menciptakan diskriminasi, perhatian lebih terfukos pada beberapa sekolah, padahal masih banyak sekolah biasa yang juga ingin maju. Ini sudah kita buktikan sendiri, sekolah-sekolah di desa yang ikut lomba sudah banyak meloloskan pelajarnya hingga level nasional atau bahkan internasional," ungkapnya.
Sekolah berlomba untuk maju atas kemauan mereka sendiri, bukan kemauan pemerintah. Dengan begitu tercipta kompetisi antar sekolah. Namun karena setiap lomba hanya ada satu pemenangnya, maka yang menjadi sekolah terbaik atau sekolah unggulan itu hanya satu sekolah. "Jadi, kita setuju dengan Pak Gubernur agar tetap ada Sekolah Unggulan Daerah (SUD)," ucapnya.
Dengan pembubaran RSBI, Disdik Paser akan mematuhi keputusan tersebut. Status RSBI yang melekat di SMAN 1 dan SMPN 2 Tanah Grogot akan dihapus, kembali seperti sekolah-sekolah lainnya.
"Kita akan patuhi, statusnya kita akan cabut, karena tanpa status itupun kita sudah lama membangun kompetisi antar sekolah untuk menjadi SUD, tanpa SUD kita tidak akan memiliki ukuran, arah atau terget yang ingin dicapai," pungkasnya.
Baca Juga :
- Label RSBI di Mobil Operasional Sekolah juga Dicopoti 31 menit lalu
- Tiap Kandidat Dibatasi Bicara 2,5 Menit 35 menit lalu
- Kemenag Siap Berikan Sanksi 54 menit lalu