Breaking News:

Oknum Polisi Memeras, Paksa Dua Muda-mudi Buka Baju

Sejumlah korban pemerasan oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polresta Medan Brigadir M dan Briptu HS mengadu

Brigadir M dan Briptu HS lalu memeriksa ATM milik AL dan menanyakan uang yang disimpan dalam ATM. Teman anaknya itu bilang ada uang Rp 15 juta.

Meski memiliki uang, AL tetap tidak mau memberikan uang dalam ATM tersebut, sehingga keduanya dibawa ke Satuan Shabara Polresta Medan di Jalan Putri Hijau.

Polisi itu lalu menghubungi Yamin Gozali dan disebutkan kalau anaknya telah menabrak mobil polisi. Yamin kemudian disuruh ke Polresta Medan.

Di sebuah ruangan, Yamin melihat AL hanya mengenakan sarung, sedangkan anaknya telah berpakaian. Namun ia heran karena tangan DS dan AL diikat layaknya pelaku kejahatan.

Yamin lalu mempertanyakan alasan kedua tangan anaknya diikat. Karena bukan pelaku kejahatan, ikatan di tangan DS dan AL
dilepas.

Yamin lalu mempertanyakan kerusakan mobil patroli polisi yang ditabrak AL dan DS. Namun oknum polisi itu tidak mau menunjukkan kerusakan itu.

Akhirnya ia mengetahui jika anaknya diperas dan diperlakukan tidak senonoh oleh dua oknum polisi itu.

Beberapa perwira polisi di tempat itu berupaya untuk menengahi. Lalu dipertanyakan tentang foto yang diambil ketika DS dan AL disuruh membuka baju. Namun oknum polisi itu bilang telah dihapus.

Yamin mengaku tidak terima perlakuan dua oknum polisi tersebut. Keesokan harinya, dia  mengadu ke Mapolda Sumut atas perbuatan dua oknum polisi yang sangat memalukan institusi Polri itu. "Mereka harus diberi sanksi berat, kalau perlu dipecat," kata Yamin.

Namun ia memuji reaksi Bidang Propam Polda Sumut yang cepat menanggapi laporan tindakan memalukan dua oknum polisi itu. "Sebelum sampai di rumah usai melapor, saya ditelepon kalau dua polisi itu sudah ditahan" tukas Yamin.

Halaman
123
Editor: Anwar Sadat Guna
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved