Breaking News:

Banjir Kembali Rendam Samarinda

Warga Samarinda, Kalimantan Timur yang beraktivitas, Sabtu (9/2/2013), harus kembali berjibaku dengan banjir.

zoom-inlihat foto Banjir Kembali Rendam Samarinda
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Awan mendung tampak menyelimuti Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (6/2/2013). Berdasarkan pantauan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, seluruh warga harus bersiap menghadapi cuaca dengan curah hujan tinggi, yang dimulai sejak Oktober 2012 lalu, dan diperkirakan akan berlangsung hingga Juni mendatang.

TRIBUNNEWS.COM, SAMARINDA - Hujan lagi, banjir lagi. Warga Samarinda, Kalimantan Timur yang beraktivitas, Sabtu (9/2/2013), harus kembali berjibaku dengan banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan protokol.

Hujan yang mengguyur Samarinda sejak Sabtu dini hari hingga siang, membuat sejumlah wilayah Samarinda kembali terendam banjir.

Ratusan pengendara terpaksa kembali terjebak di daerah langganan banjir, seperti Jalan Lambung Mangkurat, Jalan KH Wahid Hasyim Sempaja, hingga Jalan P Antasari.

Air mulai terlihat menggenang sekitar pukul 12.30 WITA. Di beberapa wilayah langganan banjir, ketinggian air bahkan terus meningkat ketika hujan perlahan reda.

Di Jalan Antasari, hingga petang ketinggian air mencapai sekitar 30 sentimeter. Genangan air tampak mulai simpang empat Jalan P Suryanata, hingga di depan diler PT Serba Mulia di Jalan P Antasari.

Puluhan pengendara roda dua yang menuntun sepeda motornya lantaran mogok, kerap menjadi pemandangan biasa. Sementara, pengendara yang tidak ingin mengambil risiko melintasi banjir, lebih memilih mencari jalan alternatif.

"Bukan cuma banjirnya yang bikin motor mogok, tapi air juga berarus, kalau tidak hati-hati, kita bisa jatuh dari motor," ungkap Taufik, seorang pengendara.

Banjir yang melanda Jalan P Antasari dinilai beberapa warga sebagai banjir kiriman. Maklum, banjir kian meninggi kala hujan telah berhenti.

"Ini kan banjir buangan. Makanya berarus, karena air turunnya di sini (Jalan P Antasari)," tutur Rudi, warga Antasari.

Menurut Rudi, biasanya banjir seperti ini memerlukan waktu cukup lama untuk surut.

"Biasanya, kalau banjirnya mulai siang, paling nanti malam (malam tadi) baru bisa surut lagi," jelasnya.

Seperti warga lainnya, Rudi berharap agar Pemkot Samarinda bisa mengatasi banjir yang telah menjadi persoalan klasik di Kota Tepian.

"Ya harus bisa lah. Mau sampai kapan kami kena banjir terus. Setiap hujan deras sedikit, pasti banjir lagi," kata Rudi. (*)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved