Jumat, 29 Agustus 2025

Pemilihan Gubernur Sulsel

Jubir IA: Kami Mau Tunjukkan Kecurangan Syahrul di MK

IA ke MK itu bukan soal menang kalah, tapi IA ingin menunjukkan ke publik bahwa angka menang itu karena curang,

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Timur / Ilham

TRIBUNNEWS.COM MAKASSAR,-Juru bicara (Jubir) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel 2013 Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) Selle KS Dalle menanggapi klaim kemenangan incumbent Syahrul Yasin Limpo sesuai hasil KPU dan quick count (QC) beberapa lembaga survei yang kesekian kalinya, dimuat portal Tribun Timur.Com, Senin (11/2/2013).

Syahrul yang juga Ketua Partai Golkar Sulsel itu menyebut gugatan IA di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak akan mengganggu posisi kemenangan Sayang (Syahrul-Agus). Menurut mantan Bupati Gowa ini, Pilgub 2013 sudah selesai, Sayang sudah menang 11 persen dari IA.

"Syahrul tidak perlu main distorsi, itu sudah ditahu publik itu, yang tidak ditahu publik adalah kecurangan Syahrul memperoleh angka itu, makanya IA ke MK. Jangan mendistorsi proses hukum di MK. Pilgub itu bukan kemenangan angka-angka saja, tapi ada proses yang harus sesuai aturan demokrasi. IA ke MK itu bukan soal menang kalah, tapi IA ingin menunjukkan ke publik bahwa angka menang itu karena curang," kata Selle di Media Center IA, Makassar, Senin (11/2/2013).

Selle mengimbau semua pihak agar menghargai proses hukum di MK. Syahrul, kata Selle, tidak perlu seolah-olah mendikte hakim di MK jika memang menghargai proses konstitusi yang ditempuh IA.

"Syahrul klaim menang 11 persen itu sudah ditahu publik, tapi nanti di MK akan dilihat, bahwa ternyata angka itu karena kecurangan, kan berbanding lurus. Kalau mau komitment denngan proses hukum yang ada, tunggu MK. Jangan membangun opini seolah-olah mendikte dan mendahului putusan MK. Katanya komit dengan persoalan hukum?,

hargai MK, jangan juga menuduh orang di MK bilang ambisius mau menang, tidak, ini wujud komitmen untuk menegakkan demokrasi yang lebih subtantif, sesuai aturan Luber Jurdil,

andaikan semua persoalan itu selesai di Bawaslu, maka IA tidak ada sampai di MK. Jadi Syahrul jangan mendistorsi opini publik, kalau 11 persen kecurangan, itu kan tidak sesuai proses demokrasi.

Baca   Juga   :

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan