Bupati Harris Janji Awal April Sudah Selesai Pembangunan PLTG
Bupati Pelalawan, Muhammad Harris, optimistis Pembangunan Pembangkit Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Langgam bisa terealisasi
Laporan wartawan Tribun Pekanbaru Johannes
TRIBUNNEWS.COM PANGKALAN KERINCI, - Bupati Pelalawan, Muhammad Harris, optimistis Pembangunan Pembangkit Tenaga Gas (PLTG) di Kecamatan Langgam bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Bupati Harris mengatakan, hingga kini pendirian PLTG itu sudah mencapai 85 persen.
Harris mengatakan, saat ini surat izin dan SK persetujuan dari SK Migas sudah keluar dan telah dipegang. Ia sudah mulai lega, melihat progress pembangunan ini (PLTG). Karena, Harris sudah terutang janji kepada masyarakat.
"Itu dari dulu menjadi kendala tidak kalah penting juga. Makanya dengan seperti ini kita semakin optimistis PLTG terlaksana dan kita resmikan April nanti," kata Harris, kepada Tribun saat meninjau ke lokasi PLTG, Senin (18/3/2013).
Mantan Ketua DPRD Pelalawan ini berjanji bertanggung penuh jawab atas pembangunan PLTG berkekuatan 15 Mega Watt (MW) melalui Program Pelalawan Terang. Dengan program tersebut, diyakini mampu mengatasi krisis listrik berkepanjangan di kabupaten yang dipimpinnya.
Pembangunan PLTG ini sudah mengalami penundaan penyelesaian sebanyak tiga kali dari target semula. Di awal, dijanjikan akan selesai Oktober 2012, kemudian mundur November, lalu dijanjikan Januari 2013. Hingga sekarang, molor kembali dan direncanakan peresmian pada pertengahan April nanti.
Namun, lanjut Ketua DPD II Partai Golkar Pelalawan ini, masih ada beberapa kendala krusial harus kerjakan secepatnya. Antara lain, harga gas akan dibeli dari PT EMP Kalila hingga kini belum duduk.
Harga ditawarkan Pemkab Pelalawan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tuah Sekata kepada perusahaan gas 4,2 Dolar AS per Mbbtu belum disepakati. Pasalnya, harga gas di pasaran dunia melonjak naik hingga 7 Dollar AS per Mbbtu.
Otomatis Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG), tuturnya, belum terlaksana. Padahal PJBG sebagai syarat utama mengalirkan gas sebagai bahan bakar ke PLTG yang dikelola PT Langgam Power, perusahaan patungan antara BUMD Tuah Sekata bersama PT Navigate Energy, sebagai kontraktor sekaligus investor.
Persyaratan administrasi telah diajukan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui SK Migas sebagai pengganti BP Migas. Projec Manager PT Navigate Energy, Fery Sibarani, ditemui di lapangan mengatakan, secara keseluruhan, pendirian pembangkit listrik itu telah mencapai 85 persen. Tinggal beberapa pekerjaan teknis pemasangan hingga penyambungan kelima mesin turbin.
Kemudian, pembangunan kantor dan sarana fasilitas lain tengah dituntaskan. Fery optimistis pekerjaan mereka tuntas sebelum peresmian PLTG. Belasan pekerja tampak sibuk dengan pekerjaan masing-masing di berbagai sudut lokasi PLTG.
Sebagian memperbaiki rumah mesin, menuntaskan kantor, hingga penyambungan jaringan dari satu turbin ke bagian lainnya. Aktivitas di areal PLTG tampak sangat sibuk mengejar target peresmian ang telah molor beberapa kali.
"Setelah ini selesai semua, kita hanya tinggal menunggu pembangunan pipa aliran gas dari PT Kalila dan langsung kita sambungkan. Tapi tidak tahu kapan, karena kontraktornya berbeda," pungkas Fery. (joe)
Baca Juga :
- Paket Frenly Memimpin Sementara 22 menit lalu
- Nasabah Tembilahan Raih Rp 100 Juta 27 menit lalu
- Istri Gigit Lidah Suami, Didakwa 4 Tahun 33