Senin, 1 Juni 2026

Pemilihan Gubernur NTT

Chris Rotok Unggul di Manggarai

Namun, pasangan calon nomor urut tiga, Drs.Christian Rotok dan Abraham Paul Lyanto (CristAL), untuk sementara mendominasi

Tayang:
Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG--Penghitungan suara pemilihan  Gubernur NTT (Pilgub) NTT masih sementara berlangsung  di semua tempat pemungutan suara di Manggarai. Namun, pasangan calon nomor urut tiga, Drs.Christian Rotok dan Abraham Paul Lyanto (CristAL), untuk sementara  mendominasi perolehan suara  di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Manggarai.  Saingannya terberat, pasangan nomor urut lima,  Beny Kabur Harman-Willem Nope mengejar perolehan suara.

Data suara  sementara  yang direkam Pos Kupang, Senin petang (18/3/2013) di Ruteng,  paket CristAL  unggul pada beberapa  TPS  di Kecamatan Langke Rembong,  Kecamatan Ruteng, Reo, Cibal dan Wae Rii, sementara Beny Kabur Harman-Willem Nope,  unggul  di  beberapa TPS di  wilayah asalnya Kecamatan Satar Mese Barat. 

Sedangkan tiga kecamatan  lainnya, Satar Mese, Rahong Utara dan Lelak,  belum diperoleh hasil perhitungannya. Perolehan suara  tiga pasangan lainnya  Esthon Foenay-Paul Tallo (paket Eston-Paul nomor urut satu), Ibrahim Agustinus Meda-Mekiades Laka Lena (paket Tunas nomor urut dua) dan Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni (Paket Frenly nomor urut empat), tidak signifikan.

Sampai pukul 18.00 Wita,  Pos Kupang belum memperoleh laporan perolehan suara sementara dari KPUD Manggarai.  Sekretariat penyelenggara pemilukada  menyebutkan seluruh penyelenggara masih  berada di lapangan melakukan pemantauan.

Dari Kecamatan Cibal, CristAL menang telak  pada hampir semua TPS. Di Desa Ladur,  Bupati Manggarai dua periode itu menang telak di tiga TPS  yakni  TPS Ladur, Kukung dan Timbang  dengan perolehan 415 suara disusul nomor   Tunas 95 suara, BKH 66, Esthon 31 suara dan Frenly 11 suara. Tiga TPS lainnya di  Desa Riung, CristAL memperoleh 588 suara, BKH  (247) Frenly (38), Tunas (32) dan Esthon  (21) suara. Di Desa Barang, Chris juga menang 542 suara disusul BKH (37), Frenly (9), Esthon  (12), dan Tunas (7).

Pada TPS 5 di Tengkulese, Desa Goloworok, Kecamatan Rahong Utara, CritAL mengumpulkan 564 suara disusul BKH 52 suara, Frenly 42 suara, sedangkan Tunas dan Esthon memperoleh dua suara.

Di Kecamatan Wae Rii, Desa Golo Cador, CristAL menang 560 suara disusul BKH (123) suara, Frenly  (7),  Esthon (21) dan Tunas (15).  Di Kecamatan Ruteng, Chris sementara memimpin di  Desa Rai dengan 618 suara disusul BKH 139, Frenly (71), Tunas (30) dan Esthon (19). Di Desa  Compang Dalo, 789 suara  disusul BKH (29), Tunas (28), Frenly (27) dan Esthon (13).  Di Desa Kakor, 1.002 suara, BKH 239, Frenly 56, Tunas 45 dan Esthon  16 suara.

Di Kecamatan Langke Rembong,  pada TPS  yang dihuni narapidana di Rutan Ruteng, CristAL  menghimpun  110 suara, BKH 56 suara,  Esthon 56 suara,Tunas (12) dan Frenly (8). Kemudian di TPS 2  Kumba, Kelurahan Tenda, CristAL mengumpulkan 333 suara disusul  BKH 71, Esthon 10, Frenly 5 dan Tunas (2). Di TPS  4 dan 5  di Kelurahan Karot, CristAL meraih (828), BKH (210), Frenly (257), Tunas (215) dan Esthon (93).

Pada  TPS 01 Mbaumuku di halaman SMA Karya, Chris memanen 240 suara dari 540 pemilih, BKH 78 suara, sedangkan Esthon (9), Tunas (23) dan Frenly (14).  Chris berangkat dari rumah jabatan Bupati Manggarai  pukul 09.00 Wita ditemani, Ny beserta anak-anak dan cucu, Wabup Manggarai, Dr.Kamelus Deno, dan Ny. Yeni Deno, dan Sekda Manggarai, Manseltus Mitak, S.H. Rombongan berjumlah belasan orang berjalan kaki menuju TPS yang menggunakan salah satu ruang kelas di sekolah  yang  berjarak sekitar puluhan meter dari rumah jabatan. (ius)
Tanda Salib Dulu Baru Coblos

Senin pagi (18/3/2013) di ruang tamu Rumah Jabatan Bupati Manggarai. Raut wajah  Christian Rotok, dan Ny Hendrika Rotok, tampak cerah. Pasangan suami istri itu ditemani Dr. Deno Kamelus, S.H, (Wabup Manggara) bersama  Ny. Yeni  Deno, dan Manseltus Mitak, S.H, Sekda Manggarai dan beberapa sahabat kenalan. `Ditemani' cangkir-cangkir kopi dan teh, mereka ngoborol  ke sana ke mari tak tentu arah. Sesekali mereka semua tertawa lepas ketika obrolanya ternyata lucu.

Susana itu tak seperti biasanya, ketika Chris Rotok, calon independen Gubernur NTT berpasangan dengan Abraham Paul Lyanto, dari suasana sebelumnya ketika melakukan kampanye di berbagai lokasi di NTT. Pagi  hari itu, mereka tak pernah mendiskusikan suasana  pemungutan suara pilgub NTT yang sementara berlangsung.

Tak tampak kesan formil di rumah itu. Mengetahui kehadiran Pos Kupang di rumah dinasnya, Chris yang telah berpakaian rapi, dibalut kemeja putih, celana hitam dan sepatu hitam keluar dari ruang tamu menyapa Pos Kupang. "Sudah dari tadi," sapa  Bupati Manggarai di periode kedua itu.

Ngobrol sebentar menanyakan keadaan Pos Kupang, Chris mengajak semua rombonganya berangkat ke TPS 01 Mbaumuku di halaman SMA Karya Ruteng. Letaknya hanya puluhan meter dari rumah dinasnya, di  TPS itu Chris memberikan suaranya. Ny. Hendrika membawa cucunya dan Ny Yeni menyusul menemai suami mereka ke TPS itu.

Berjalan kaki diapit Kamelus, dan Manseltus, mereka menuju TPS yang menggunakan salah satu ruang di sekolah  yang libur kegiatan belajar mengajar hari Senin.

Kehadiran Chris di TPS itu seketika mengubah seketika suasana. Pembawaanya yang low profile, menegur dan menyalami semua yang hadir di sana. Jauh dari kesan formil sebagaimana kebanyakan bupati, gubenur yang `diawasi' ketat gerik dengan pengamanan dan protokoler.

Menyalami anggota KPPS, Chris menuju ruang TPS  menerima surat suara. Memperlihatkan kondisinya kerta suara yang akan dicoblosnya kepada semua yang berada di ruang itu. Santai benar.

Dia pun beranjak menuju bilik suara  yang diletakan di atas meja. Ny. Hendrika menempati bilik disebelah Chris. Dia membuat tanda salib memanjatkan permohonannya kepada Tuhan  kemudian mencoblosnya.

Ditanya wartawan usai mencoblos, Chris  menegaskan Paket CristAL dan empat paket lainya mengharapkan kemenangan dalam pilgub 2013-2018. Semua memiliki peluang yang sama meraih kemenangan.

Chris mengaku sulit memprediksi  paket calon yang akan tampil  menjadi Gubernur NTT. Semua calon punya keunggulan yang  tak dimiliki oleh calon yang lain. Karena itu dilakukan dengan pemilihan oleh rakyat.  "Itu artinya fox pupuli, fox Dei (suara rakyat Suara Tuhan)," tandas Chris.

Chris mengharapkan kemenangan Pilgub  NTT hanya berlangsung dalam satu putaran pemilihan. Biaya yang dikeluarkan mengikuti pemilihan Gubernur NTT sangat besar.

"Kalau sampai dua putaran, artinya kita keluarkan lagi biaya. Tenaga dan waktu lebih lama. Kita  lihat saja hasilnya, siapa yang akan unggul,"Chris memberi alasan.

Baca  Juga  :

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved