Tato Sebagai Tanda Wanita yang Bisa Dibayar
Tato diakui sebagai karya seni gambar. Sebuah karya seni terkadang banyak yang disalahartikan.
Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra
TRIBUNNEWS.COM, BANGKA - Tato diakui sebagai karya seni gambar. Sebuah karya seni terkadang banyak yang disalahartikan.
Seperti yang diakui RI (18), siswi SMU swasta di Pangkalpinang, yang terjaring razia di sebuah penginapan kelas melati di Pangkalpinang, Minggu (24/3/2013) dini hari.
RI mengaku memiliki sepasang tato kupu-kupu di lengan kirinya. Tato tersebut sengaja dibuatnya. Ia bahkan rela membayar Rp 300 ribu untuk membuat tato kupu-kupu.
Menurut RI, tato yang dimilikinya sebagai ciri khas dan lambang bahwa dia cewek yang bisa dibayar oleh laki-laki hidung belang.
“Saya buat tato ini Rp 300 ribu. Gambarnya kupu-kupu. Saya buatnya di lengan kiri saya,” kata RI.
Saat ditanya apakah ada tato di bagian tertentu atau di tempat sensitif di bagian tubuhnya, RI hanya senyum dan malu. Ia sepertinya tidak ingin mengumbar di mana saja tato-tato yang dibuat di tubuhnya.
“Ini ciri saya saja,” ucapnya.
Polres Pangkalpinang menggelar razia di tempat hiburan malam dan penginapan yang ada di Pangkalpinang, Minggu dini hari. Tak hanya memeriksa kartu identitas, polisi juga memeriksa dompet pengunjung yang ada di tempat hiburan malam.
Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol AB Arifin mengatakan, razia bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Pangkalpinang. (*)