Gas Beracun Kawah Timbang
Pemprov Tak akan Relokasi Warga Sekitar Kawah Timbang
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak akan melakukan upaya relokasi terhadap warga Dusun Simbar
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan tidak akan melakukan upaya relokasi terhadap warga Dusun Simbar, Desa Sumberejo, Kabupaten Banjarnegara, terkait adanya peningkatan aktivitas gas beracun Kawah Timbang di kawasan Pegunungan Dieng.
"Belum, belum, ndak. Susah kalau itu. Karena memang daerahnya disamping subur, itu satu-satunya pemilikan nenek moyang dengan segala resiko. Maka terhadap bencana ini yang penting tidak perlu takut tapi waspada, jadi setiap saat ketika ada bencana mau kemana jelas," kata Gubernur Jateng, Bibit Waluyo.
Bibit mengatakan, saat ini situasi Kawah Timbang statusnya naik turun. Maka kondisi itu harus terus dipantau oleh semua pihak terkait, khususnya pihak Pos Pengamatan Gunung Api Dieng serta tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), supaya dapat mendeteksi secara dini terhadap ancaman gas beracun.
"Artinya posisi itu perlu diamati dan diawasi terus. Jadi kalau ada ancaman, rakyat mudah kita evakuasi. BPBD Kabupaten sudah siaga di Batur, Provinsi juga monitor, bila diperlukan siap memberikan bantuan," kata Bibit.
Seperti diberitakan sejak 7 Maret 2013, Kawah Timbang kembali mengeluarkan gas beracun. Sebelumnya pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 2011, bencana serupa pernah terjadi dan mengakibatkan ribuan orang mengungsi.
Kemudian sejak Rabu (27/3/2013) malam, PVMBG menaikkan status menjadi Siaga (level III) dan merekomendasikan warga tak beraktivitas di radius bahaya 1.000 meter.