Ana Dara dan Kallolona Wajo
Ruslan Mahasiswa Stikes Muhammadiyah Sidrap dan Suryana Stia Puangrimagelatung Sengkang dinobatkan sebagai ana dara dan kallolona
Laporan Reporter Tribun Timur Mahyuddin
TRIBUNNEWS>COM WAJO --Selain fisiknya, wawasan budaya daerah mahasiswa
perguruan tinggi Kabupaten Wajo ini patut diacungi jempol. Tak heran,
keduanya dinobatkan sebagai anak dara dan kallolona Wajo. Meski tampak
sederhana, namun pemahaman keduanya tentang budaya Wajo mampu
menjadikan keduanya bertengger sebagai juara satu di pentas seni dan
budaya pemilihan anak dara dan Kallolona Wajo.
Ruslan Mahasiswa Stikes Muhammadiyah Sidrap dan Suryana Stia
Puangrimagelatung Sengkang dinobatkan sebagai ana dara dan kallolona
Wajo setelah menumbangkan 47 peserta lainnya.
"Sudah seharusnya Wajo menjadi
Daerah wisatawan dan diperkenalkan kepada dunia," ungkap Ruslan kepada Tribun.
Pemuda kelahiran Sengkang, 24 Agustus 1990 ini telah beberapa kali
memenangkan lomba mulai tingkat Kabupaten hingga provinsi, di
antaranya Juara III Modeling di Kabupaten Bone dan juara III lomba
foto jenik di Kabupaten Bone serta masih banyak lagi lomba lainnya di
bidang budaya dan seni. Selain kecintaannya terhadapa budaya dan seni,
Ruslan juga hobi membaca dan menonton.
Lain halnya dengan Suryani. Paras wajahnya yang membuat pria selalu
meliriknya tidak membuatnya untuk mengurus kepribadiannya saja.
Mahasiswi semester pertama ini sangat antusias jika diajak mengobrol
tentang budaya. Suryani bahkan melihat Kabupaten Wajo memiliki potensi
perokonomian tinggi jika agro sutra dan gas dikembangkan dan dikelolah
dengan baik oleh pemerintah daerah.
Remaja kelahiran 7 Juni 1994 ini sangat tertarik dengan lomba modeling
dan foto jenik. Ia juga sudah berkali-kali memenangkan lomba di bidang
budaya dan seni.
Diantaranya, Runer Up 1 Duta Sutra Wajo, juara harapan II putri Sutra
Sulsel, dan Juara 1 fashion Show Sutra Wajo. (Yud)