Jumat, 10 April 2026

Ujian Nasional

Jafry Belum Tahu Nilai Tertinggi UN di Kabupaten Nunukan

Mereka yang berada di pedalaman Kabupaten Nunukan, justru mendapatkan peringkat pertama dan kedua.

Editor: Budi Prasetyo

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNNEWS.COM NUNUKAN    Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringkat pertama nilai Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, MA, SMK selalu didominasi sekolah-sekolah di ibukota Kabupaten Nunukan, pada tahun ini keadaan berbalik. Mereka yang berada di pedalaman Kabupaten Nunukan, justru mendapatkan peringkat pertama dan kedua. Peringkat pertama diperoleh siswa SMA 1 Krayan yang berada jauh di pedalaman dan hanya bisa dijangkau dengan angkutan udara. Sementara peringkat kedua siswa SMA 1 Sebuku.

Dari 1.103 peserta UN Kabupaten Nunukan tahun ini,  Jafry Roy James, siswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam SMA 1 Krayan, memperoleh nilai UN tertinggi. Total nilai UN yang diperolehnya mencapai 50,00 dengan rata-rata nilai akhir setelah akumulasi nilai UN dan Ujian Sekolah mencapai 8,4.

Namun Jafry sendiri belum mengetahui jika ia memperoleh nilai tertinggi UN di Kabupaten Nunukan. Padahal pengumuman kelulusan sudah disampaikan Jumat (24/5/2013) lalu. Tak ada guru maupun pejabat Dinas Pendidikan Nunukan yang memberitahukan, prestasi yang diraihnya itu hingga Senin ini.

“Belum ada yang memberitahu saya (sekolah maupun Dinas Pendidikan Nunukan). Tadi Om Martinus (aktivis lingkungan hidup) menelepon memberitahu. Itu saja saya baru tahu. Baru tahu hari ini,” kata pria kelahiran Lawas, 4 Februari 1994 saat dihubungi tribunkaltim.co.id (TRIBUNNEWS Network) melalui telepon selulernya, Senin (27/5/2013) siang.

Dari daftar nilai yang diperoleh tribunkaltim.co.id putra pasangan James Marten dan Elisabeth ini memperoleh 8,20 untuk nilai UN Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris 9,80, Matematika 7,00, selanjutnya Fisika 7,75,  Kimia 08,50 dan Biologi 08,75.

Meskipun Jafry sendiri belum tahu nilai UN yang ia peroleh, namun ia mengaku memang sangat senang dengan mata pelajaran Matematika dan Fisika.

“Saya memang suka Matematika dan Fisika. Memang suka hitung-menghitung,” ujarnya.
Iapun selalu menyiapkan waktu untuk belajar setiap hari. Selepas pulang sekolah, Jafry menyiapkan waktu khusus selama dua jam pada pukul 15.00 hingga 17.00 untuk belajar.
Tak heran, jika selama sekolah di SMA 1 Krayan ia kerap memperoleh nilai 8 untuk mata pelajaran Matematika dan Fisika.

Dari enam semester yang dijalaninya selama bersekolah, hanya pada semester lima ia tergeser dari peringkat pertama. Ia hanya berhasil menduduki posisi rangking dua dikelas.

Jafry menjalani pendidikan dasar hingga menengah di Lawas, Negara Bagian Serawak, Malaysia. Ia kemudian ikut ibunya pindah ke Long Bawan, Kecamatan Krayan dan melanjutkan pendidikan di sana. Sementara ayahnya masih bekerja di Lawas, pada perusahaan yang bergerak disektor kehutanan.

Jafry yang saat ini mengaku berada di Yogyakarta, sedang mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk perguruan tinggi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
“Rencana saya akan mengambil Jurusan Teknik Kimia untuk pilihan pertama dan Teknik Pertambangan pilihan kedua,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved